Skripsi
Pengaruh Financialization Terhadap Perilaku Cost stickiness pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Pengarang:
Rizky Raya Gemilang - ; Viverita (Pembimbing/Promotor) - ; Ririen Setiati Riyanti (Penguji) - ; Lenny Suardi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh corporate financialization terhadap cost stickiness pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2023 serta menguji peran moderasi pandemi COVID-19 dalam hubungan tersebut. Corporate financialization diukur menggunakan rasio aset keuangan terhadap total aset, sedangkan cost stickiness diukur melalui asimetri respons biaya operasional terhadap perubahan pendapatan. Penelitian menggunakan data panel tidak seimbang yang terdiri atas 1.891 observasi perusahaan-tahun dari 347 perusahaan manufaktur, diestimasi dengan regresi panel industry dan year fixed effects serta firm-clustered standard errors.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur Indonesia mengalami perilaku cost stickiness dan bahwa corporate financialization terbukti melemahkan perilaku tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan proporsi aset keuangan lebih tinggi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan biaya ketika menghadapi penurunan aktivitas bisnis. Namun, hasil ini sensitif terhadap pemilihan proksi financialization dan perlu dibaca dalam konteks pengukuran berbasis total aset. Penelitian ini juga tidak menemukan bukti empiris bahwa pandemi COVID-19 memperkuat pengaruh corporate financialization terhadap cost stickiness.
Penelitian ini berkontribusi pada literatur cost behavior dan corporate financialization dengan menunjukkan bahwa aset keuangan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi dan pengelolaan likuiditas, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam menyesuaikan biaya ketika menghadapi perubahan aktivitas bisnis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan manufaktur Indonesia mengalami perilaku cost stickiness dan bahwa corporate financialization terbukti melemahkan perilaku tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan proporsi aset keuangan lebih tinggi memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan biaya ketika menghadapi penurunan aktivitas bisnis. Namun, hasil ini sensitif terhadap pemilihan proksi financialization dan perlu dibaca dalam konteks pengukuran berbasis total aset. Penelitian ini juga tidak menemukan bukti empiris bahwa pandemi COVID-19 memperkuat pengaruh corporate financialization terhadap cost stickiness.
Penelitian ini berkontribusi pada literatur cost behavior dan corporate financialization dengan menunjukkan bahwa aset keuangan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen investasi dan pengelolaan likuiditas, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam menyesuaikan biaya ketika menghadapi perubahan aktivitas bisnis.