Skripsi
Pengaruh Global Fear terhadap Return dan Volatilitas Saham di Indonesia: Analisis Sektoral Berdasarkan IDX-IC Menggunakan Model EGARCH-X
Pengarang:
Maura Gita Swari Rahadi - ; Rizky Luxianto (Pembimbing/Promotor) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) - ; Imam Wahyudi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh global fear terhadap return dan volatilitas saham emiten sektoral di Indonesia. Global fear diproksikan menggunakan Cboe Volatility Index (VIX) dan perubahan harian VIX (dVIX). Penelitian ini menggunakan data harian 103 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan dikelompokkan ke dalam 11 sektor IDX-IC selama periode 2018–2025. Metode yang digunakan adalah model EGARCH-X(1,1), dengan VIX dan dVIX sebagai variabel eksogen pada mean equation dan variance equation. Analisis utama dilakukan pada periode penuh (full sample), sedangkan analisis subperiode before COVID, COVID, dan after COVID digunakan sebagai analisis pendukung untuk membaca variasi pola estimasi pada kondisi pasar yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang memuat VIX dan/atau dVIX lebih sering terpilih sebagai model optimal dibandingkan model benchmark tanpa variabel eksogen. Pada full sample, VIX dan dVIX cenderung berkaitan negatif dengan return saham ketika signifikan. Pengaruh dVIX terhadap return menunjukkan dukungan empiris yang relatif lebih kuat dibandingkan VIX karena memiliki jumlah koefisien signifikan yang lebih besar dan arah negatif yang lebih konsisten. Pada jalur volatilitas, dVIX juga menunjukkan peran yang lebih kuat dibandingkan VIX, ditunjukkan oleh jumlah koefisien signifikan Penelitian ini menganalisis pengaruh global fear terhadap return dan volatilitas saham emiten sektoral di Indonesia. Global fear diproksikan menggunakan Cboe Volatility Index (VIX) dan perubahan harian VIX (dVIX). Penelitian ini menggunakan data harian 103 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan dikelompokkan ke dalam 11 sektor IDX-IC selama periode 2018–2025. Metode yang digunakan adalah model EGARCH-X(1,1), dengan VIX dan dVIX sebagai variabel eksogen pada mean equation dan variance equation. Analisis utama dilakukan pada periode penuh (full sample), sedangkan analisis subperiode before COVID, COVID, dan after COVID digunakan sebagai analisis pendukung untuk membaca variasi pola estimasi pada kondisi pasar yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang memuat VIX dan/atau dVIX lebih sering terpilih sebagai model optimal dibandingkan model benchmark tanpa variabel eksogen. Pada full sample, VIX dan dVIX cenderung berkaitan negatif dengan return saham ketika signifikan. Pengaruh dVIX terhadap return menunjukkan dukungan empiris yang relatif lebih kuat dibandingkan VIX karena memiliki jumlah koefisien signifikan yang lebih besar dan arah negatif yang lebih konsisten. Pada jalur volatilitas, dVIX juga menunjukkan peran yang lebih kuat dibandingkan VIX, ditunjukkan oleh jumlah koefisien signifikan yang lebih besar dan dominasi arah positif. Hasil sektoral menunjukkan bahwa pengaruh global fear tidak homogen pada seluruh sektor, dengan respons yang relatif kuat pada sektor barang baku dan keuangan. Analisis subperiode menunjukkan bahwa pola hubungan global fear, return, dan volatilitas berbeda menurut kondisi pasar, terutama pada periode COVID dan after COVID. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan harian global fear lebih sensitif dalam menjelaskan dinamika return dan volatilitas saham dibandingkan level ketidakpastian yang sedang berlangsung.yang lebih besar dan dominasi arah positif. Hasil sektoral menunjukkan bahwa pengaruh global fear tidak homogen pada seluruh sektor, dengan respons yang relatif kuat pada sektor barang baku dan keuangan. Analisis subperiode menunjukkan bahwa pola hubungan global fear, return, dan volatilitas berbeda menurut kondisi pasar, terutama pada periode COVID dan after COVID. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan harian global fear lebih sensitif dalam menjelaskan dinamika return dan volatilitas saham dibandingkan level ketidakpastian yang sedang berlangsung.