Skripsi
Herding behavior pada Saham Sektor Consumer di Bursa Efek Indonesia: Analisis Market Regimes serta Segmentasi Cyclical dan Non-Cyclical Periode 2018 - 2025
Pengarang:
Adhimas Arbita Naufal - ; Nur Dhani Hendranastiti (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) -
Deskripsi
Pasar saham di emerging markets sering dikaitkan dengan tingkat volatilitas yang lebih tinggi, asimetri informasi, serta ketidakpastian pasar yang dapat mendorong munculnya perilaku kolektif investor (herding behavior). Dalam konteks Indonesia, sektor consumer memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan terdiri atas sektor consumer cyclical dan consumer non-cyclical yang memiliki karakteristik bisnis serta sensitivitas terhadap kondisi ekonomi yang berbeda. Perbedaan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika herding behavior antar sektor maupun pada berbagai kondisi pasar. Meskipun demikian, penelitian mengenai herding behavior pada tingkat sektoral di Indonesia, khususnya pada sektor consumer dengan mempertimbangkan market regimes, kondisi pasar, dan ukuran perusahaan, masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis model Cross-Sectional Absolute Deviation (CSAD) untuk menganalisis keberadaan dan dinamika herding behavior pada saham sektor consumer di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2025. Sampel penelitian mencakup saham consumer cyclical dan consumer non-cyclical yang dianalisis berdasarkan kondisi up-market dan down-market, ukuran perusahaan, serta periodisasi pre-COVID, during-COVID, dan post-COVID. Penelitian ini juga menggunakan volatilitas pasar sebagai robustness check guna memastikan bahwa temuan herding tidak semata-mata dipengaruhi oleh kondisi pasar yang bergejolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herding behavior teridentifikasi pada berbagai konteks di sektor consumer, namun tidak muncul secara konsisten pada tingkat agregat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa herding behavior bersifat heterogen, context-dependent, dan time-varying. Herding pada saham consumer cyclical lebih dominan muncul pada periode post-COVID dan kondisi up-market, sedangkan herding pada saham consumer non-cyclical lebih persisten pada periode during-COVID ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Berdasarkan ukuran perusahaan, herding pada saham big-cap lebih sering muncul pada periode tekanan pasar dan ketidakpastian tinggi, sementara herding pada saham small-cap lebih dominan pada kondisi optimisme pasar dan periode pemulihan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herding behavior di pasar saham Indonesia dipengaruhi oleh interaksi antara karakteristik sektoral, ukuran perusahaan, kondisi pasar, dan perubahan rezim ekonomi.