Skripsi
Determinasi Niat Pembelian Orang Tua Terhadap Sustainable Fashion: Pengembangan Theory of Planned Behavior dengan Reverse Socialization di Indonesia
Pengarang:
Luna Mairafa Putri Anugerah - ; Aswin Dewanto Hadisumarto (Pembimbing/Promotor) - ; Sari Wahyuni (Penguji) - ; Fandis Ekyawan (Penguji) -
Deskripsi
Industri fashion global menghasilkan sekitar 2,3 juta ton limbah pakaian per tahun di Indonesia, tetapi segmen orang tua sebagai konsumen dengan daya beli besar masih jarang diteliti dalam konteks sustainable fashion. Penelitian ini mereplikasi dan menguji model Theory of Planned Behavior (TPB) yang diperluas oleh Campian & Iancu (2025) dalam konteks Indonesia, dengan mengintegrasikan tujuh variabel, yaitu: attitude, subjective norms, perceived behavioral control, reverse socialization, past sustainable behavior, perceived importance, dan knowledge of sustainable fashion, sebagai prediktor intention to buy sustainable fashion pada orang tua. Konteks budaya kolektivistik Indonesia dengan nilai filial piety yang kuat menjadikan mekanisme reverse socialization diperkirakan berlangsung lebih halus dibandingkan konteks Barat. Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei terhadap 285 orang tua di Indonesia dan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukkan bahwa attitude, subjective norms, reverse socialization, dan perceived importance berpengaruh signifikan terhadap intention to buy sustainable fashion, sementara perceived behavioral control, past sustainable behavior, dan knowledge tidak signifikan. Selain itu, subjective norms, past sustainable behavior, dan perceived importance terbukti berpengaruh terhadap reverse socialization. Temuan ini mengkonfirmasi validitas model TPB yang diperluas dalam budaya kolektivistik Asia Tenggara dan menegaskan pentingnya dinamika keluarga dalam membentuk niat pembelian sustainable fashion.