Skripsi
The Interplay Between World Uncertainty Index, Firm Value, and Firm Performance: Evidence from ASEAN Non-Financial Firms (2015-2025)
Pengarang:
Damar Adi Wicaksono - ; Maria Ulpah (Pembimbing/Promotor) - ; Lenny Suardi (Penguji) - ; Muthia Pramesti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji pengaruh World Uncertainty Index (WUI) terhadap nilai perusahaan yang diukur dengan Tobin's Q dan kinerja perusahaan yang diukur dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan non-keuangan yang beroperasi di ASEAN, sekaligus menilai peran moderasi dari kepemilikan kas (cash holdings). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dataset panel seimbang yang terdiri dari 800 perusahaan non-keuangan di enam negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, selama periode 2015 hingga 2025, sehingga menghasilkan 7.200 observasi firm-year setelah penyesuaian lag. Model regresi panel fixed-effects digunakan dengan variabel kontrol pada tingkat perusahaan dan tingkat makro, serta firm-clustered standard errors yang diestimasi menggunakan Stata. Hasil empiris menunjukkan bahwa hubungan antara WUI dan Tobin's Q bersifat heterogen antarnegara dan antarindustri. Pada sampel gabungan, WUI menunjukkan asosiasi positif dengan Tobin's Q pada perusahaan di sektor industrials dan materials, sedangkan hubungannya menjadi negatif signifikan di Malaysia, di mana kepemilikan kas memperkuat dampak negatif ketidakpastian terhadap valuasi perusahaan (CASH × WUI; β = −3,243; p < 0,01). Sebaliknya, ROA secara umum tidak terpengaruh oleh WUI di seluruh sampel, yang mengindikasikan bahwa transmisi ketidakpastian makroekonomi di ASEAN lebih kuat melalui saluran valuasi ekuitas dibandingkan melalui profitabilitas berbasis akuntansi. Temuan ini mendukung perspektif information asymmetry dan signalling, di mana kepemilikan kas yang berlebihan pada periode ketidakpastian diinterpretasikan sebagai pesimisme manajerial dan bukan sebagai cadangan kehati hatian. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi investor, manajer perusahaan, dan pembuat kebijakan di ASEAN terkait alokasi portofolio, manajemen kas yang adaptif, dan kebijakan keterbukaan informasi pada periode peningkatan ketidakpastian global.