Skripsi
Analisis Pengaruh Adopsi Artificial Intelligence Terhadap Stabilitas Perbankan: Studi Data Panel Pada Negara-Negara G20 Dengan Moderasi Tingkat Pembangunan Nasional Dan Kontrol Makroekonomi
Pengarang:
Mohd. Robby Saputra - ; Rizky Luxianto (Pembimbing/Promotor) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) - ; Imam Wahyudi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh adopsi Artificial Intelligence (AI) terhadap stabilitas perbankan di negara-negara anggota G20 selama periode 2017–2024, dengan mempertimbangkan peran moderasi tingkat pembangunan negara serta guncangan pandemi Covid-19. Stabilitas perbankan diukur menggunakan Bank Z-score, sedangkan adopsi AI diproksikan dengan AI Government Readiness Index sebagai proksi utama dan AI Vibrancy Index sebagai proksi alternatif. Penelitian menggunakan pendekatan ekonometrika data panel dari 19 negara G20 yang dianalisis melalui Random Effects Model, dengan keandalan temuan diperkuat melalui serangkaian uji ketahanan metodologis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, adopsi AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas perbankan G20. Kedua, pengaruh AI ternyata lebih kuat di negara berkembang dibandingkan negara maju, suatu temuan kontra-intuitif yang konsisten dengan hipotesis technological leapfrogging dan menjadi kontribusi orisinal penelitian ini. Ketiga, pandemi Covid-19 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap stabilitas perbankan, meskipun dampaknya bersifat transitor dengan pola pemulihan pada periode pasca-pandemi. Ketiga temuan tersebut terbukti konsisten dan robust ketika diuji menggunakan proksi AI alternatif maupun melalui berbagai treatment metodologis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas aplikasi teori inovasi Neo-Schumpeterian ke dalam konteks G20 yang heterogen, serta dukungan empiris bagi hipotesis technological leapfrogging dalam sektor keuangan. Secara praktis, temuan ini mengimplikasikan bahwa regulator dan institusi perbankan, khususnya di negara berkembang, perlu mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab guna memperkuat ketahanan sistem perbankan, sembari membangun tata kelola dan kerangka mitigasi risiko yang memadai.