Skripsi
Pengaruh Intesitas Penyaluran Kredit Kegiatan Usaha Berkelanjutan Terhadap Daya Saing Bank di Indonesia Dengan Pengambilan Risiko Bank Sebagai Variabel Mediasi Pada Tahun 2019-2024
Pengarang:
Jeremy Jonah Lukito - ; Eko Rizkianto (Pembimbing/Promotor) - ; Muhammad Budi Prasetyo (Pembimbing/Promotor) - ; Asiah Muchtar (Penguji) - ; Nur Dhani Hendranastiti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh intensitas Kredit Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) terhadap daya saing dan pengambilan risiko bank umum di Indonesia dengan kerangka mediasi formal. Sampel penelitian yang terdiri atas 31 bank umum konvensional dan syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan 184 observasi panel selama periode 2019 sampai dengan 2024. Daya saing bank yang merupakan konsep multidimensional diukur menggunakan indeks komposit yang dikonstruksi melalui Principal Component Analysis dengan 23 indikator dan enam dimensi, sedangkan pengambilan risiko diproksikan dengan logaritma natural Bank Z-score. Estimasi dilakukan menggunakan estimator panel fixed effects dengan clustered robust standard errors di level bank dan dilengkapi dengan uji mediasi Baron-Kenny serta Sobel test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas KKUB berdampak positif dan signifikan terhadap daya saing bank, lalu KKUB berdampak negatif signifikan terhadap stabilitas bank yang mengindikasikan bahwa KKUB dapat meningkatkan pengambilan risiko. Uji mediasi mengungkap suppression effect yang melemahkan pengaruh total, hal ini menunjukan bahwa pada tahap awal implementasi ekosistem keberlanjutan di Indonesia, KKUB dapat meningkatkan daya saing namun penyaluran terhadap proyek-proyek berkelanjutan saat ini memiliki risiko yang masih melebihi dampaknya untuk peningkatan daya saing. Temuan ini memberikan kontribusi metodologis berupa adopsi rasio green credit sebagai proksi yang lebih sesuai untuk konteks Indonesia dan implikasi kebijakan bagi regulator dalam mengkalibrasi insentif POJK 51/2017.