Skripsi
Analisis Pengaruh Kinerja Environmental, Social, Governance (ESG) terhadap Investasi Modal dengan Pembiayaan Bank sebagai Variabel Mediasi pada Perusahaan Publik Non Keuangan di Asia dan Timur Tengah Periode 2017-2024
Pengarang:
Afirsta Violla Auliafitri Opereta - ; Rofikoh Rokhim (Pembimbing/Promotor) - ; Ruslan Prijadi (Penguji) - ; Dwi Sulistyorini Amidjono (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap investasi modal serta menguji peran pembiayaan bank sebagai variabel mediasi pada perusahaan publik non-keuangan di Asia dan Timur Tengah periode 2017-2024. Penelitian menggunakan data panel seimbang yang mencakup 690 perusahaan dari 15 negara dengan 5.520 observasi perusahaan-tahun. Kinerja ESG diukur melalui Environmental Pillar Score (EPS), Social Pillar Score (SPS), dan Governance Pillar Score (GPS), sedangkan investasi modal dan pembiayaan bank masing-masing diproksikan dengan capital expenditures to total assets dan bank loans to total assets. Estimasi dilakukan menggunakan Fixed Effect Model dan System Generalized Method of Moments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi modal, sedangkan EPS dan GPS tidak berpengaruh signifikan. Pembiayaan bank tidak berpengaruh signifikan terhadap investasi modal dan tidak memediasi hubungan antara kinerja ESG dan investasi modal. Uji robustness menunjukkan bahwa skor ESG agregat berpengaruh positif dan signifikan terhadap investasi modal, tetapi jalur mediasi pembiayaan bank tetap tidak terbukti. Analisis tambahan menunjukkan bahwa hubungan tersebut bersifat heterogen antara developed dan emerging markets, sementara dominasi perusahaan Jepang tidak mengubah kesimpulan mediasi. Pengujian bias skor juga mengindikasikan bahwa ukuran perusahaan berkaitan dengan kapasitas pengungkapan ESG. Secara keseluruhan, ESG lebih berperan sebagai sinyal kualitas perusahaan yang memengaruhi investasi secara langsung dan bergantung pada konteks institusional, bukan melalui peningkatan pinjaman bank.