Skripsi
Pengaruh Pelemahan Nila Tukar Rupiah dan Posisi Devisa Neto Terhadap Pertumbuhan Total Net Loans Bank di Indonesia
Pengarang:
Jansen Farrel Wilia - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Pembimbing/Promotor) - ; Eka Pria Anas (Penguji) - ; Shalahuddin Haikal (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia serta menguji peran Posisi Devisa Neto (PDN) dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan data panel triwulanan pada bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024 dengan metode regresi panel Instrumental Variables Two-Stage Least Squares (IV-2SLS). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pertumbuhan kredit perbankan, sedangkan variabel independen utama adalah depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. PDN digunakan sebagai variabel independen sekaligus variabel moderasi dengan variabel kontrol berupa pertumbuhan GDP, BI Rate, likuiditas, deposit to liabilities, loan loss reserve, dan capital to asset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar yang berlangsung secara besar dan persisten cenderung berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan kredit perbankan melalui Financial Channel of Exchange Rates karena meningkatkan ketidakpastian, risiko kredit, dan tekanan terhadap kondisi pendanaan bank. Namun demikian, pada beberapa kelompok bank depresiasi ringan justru diikuti peningkatan pertumbuhan kredit yang menunjukkan masih bekerjanya trade or competitiveness channel. Penelitian ini juga menemukan bahwa PDN secara langsung tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kredit pada sebagian besar kelompok bank, kecuali pada bank asing yang menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Meskipun demikian, interaksi antara depresiasi nilai tukar dan PDN terbukti berpengaruh positif dan signifikan pada kelompok bank besar. Temuan tersebut konsisten dengan prediksi teori lender balance sheet channel, di mana bank dengan eksposur aset valuta asing yang lebih besar berpotensi memperoleh keuntungan valuasi ketika terjadi depresiasi Rupiah sehingga kapasitas intermediasi dan penyaluran kredit tetap terjaga. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa dampak pelemahan nilai tukar terhadap pertumbuhan kredit sangat bergantung pada struktur eksposur valuta asing dan karakteristik masing-masing bank.