Skripsi
Perbandingan Efektivitas Index Futures, Emas, Minyak, dan Cryptocurrency sebagai Instrumen Lindung Nilai terhadap Risiko Portofolio Saham Negara Berkembang
Pengarang:
Fabian Ramadhan Nugraha Subagio - ; Nur Dhani Hendranastiti (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis dan membandingkan efektivitas enam instrumen lindung nilai, yaitu MSCI Emerging Markets Index Futures (F.MXEM), gold futures, Brent crude oil futures, Bitcoin, Ethereum, dan Tether, dalam mengurangi risiko portofolio saham negara berkembang yang direpresentasikan oleh MSCI Emerging Markets Index (MXEM) selama periode Desember 2021 hingga April 2026. Penelitian menggunakan pendekatan minimum-variance hedging berbasis Dynamic Conditional Correlation Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (DCC-GARCH) untuk mengestimasi hedge ratio dinamis dan mengukur hedging effectiveness masing-masing instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F.MXEM secara konsisten menghasilkan hedging effectiveness tertinggi sebesar 36,64% pada periode penuh, jauh melampaui instrumen alternatif yang umumnya mencatat efektivitas di bawah 5%. Perbedaan tersebut terkonfirmasi signifikan secara statistik melalui uji ANOVA dan post-hoc Tukey HSD. Meskipun demikian, efektivitas F.MXEM masih berada di bawah temuan pada pasar developed market, yang mengindikasikan adanya friksi struktural seperti non-synchronous trading dan stale pricing pada pasar saham negara berkembang. Analisis sub-periode menunjukkan bahwa efektivitas instrumen alternatif bersifat state-dependent. Minyak relatif lebih efektif selama guncangan pasar energi, emas lebih relevan pada periode volatilitas global yang moderat, dan cryptocurrency menunjukkan peningkatan manfaat diversifikasi selama tekanan geopolitik tinggi, meskipun efektivitasnya sebagai instrumen lindung nilai utama tetap terbatas.