Skripsi
Analisis Pengaruh Celebrity Attractiveness, Celebrity Credibility, dan Social Media Influence terhadap Purchase Intention Merek From This Island oleh Maudy Ayunda melalui Mediasi Trustworthiness dan Perceived Quality dengan Pendekatan Stimulus-Organism-Response (S-O-R)
Pengarang:
Andrea Avistaneola - ; Nurdin Sobari (Pembimbing/Promotor) - ; Elevita Yuliati (Penguji) - ; Ignatius Heruwasto (Penguji) -
Deskripsi
Perkembangan industri kecantikan lokal di Indonesia mendorong pergeseran peran selebriti dari sekadar endorser menjadi pemilik usaha kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Celebrity Attractiveness, Celebrity Credibility, dan Social Media Influence terhadap Purchase Intention pada konsumen produk kecantikan From This Island milik Maudy Ayunda dengan menggunakan Trustworthiness dan Perceived Quality sebagai variabel mediasi dalam kerangka kerja Stimulus–Organism–Response (S–O–R). Data primer dikumpulkan dari 205 responden perempuan berusia 18–44 tahun di Pulau Jawa yang mengetahui sosok Maudy Ayunda dan merek From This Island tetapi belum pernah membeli produknya. Metode analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Celebrity Attractiveness dan Social Media Influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap Trustworthiness. Selain itu, Social Media Influence terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan dan menjadi hubungan terkuat terhadap Perceived Quality. Namun, Social Media Influence dan Celebrity Credibility tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Purchase Intention maupun Trustworthiness. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa Trustworthiness dan Perceived Quality berperan penting sebagai variabel full mediation yang menjembatani pengaruh Social Media Influence terhadap Purchase Intention. Temuan ini memberikan implikasi manajerial bagi merek bahwa pemanfaatan media sosial dan figur publik tidak dapat secara instan mendorong niat beli, melainkan harus dikonversi terlebih dahulu melalui pembangunan kepercayaan dan persepsi kualitas produk yang baik.