Skripsi
Efek Asimetris Guncangan Geopolitik dan Harga Minyak Mentah terhadap Saham Sektor Energi Negara Eksportir dan Importir Minyak Mentah
Pengarang:
Wahyu Nur Inderajit - ; Buddi Wibowo (Pembimbing/Promotor) - ; Dony Abdul Chalid (Penguji) - ; Muhammad Budi Prasetyo (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis information spillover antara pasar minyak mentah global dan indeks saham sektor energi sekaligus mengevaluasi efek asimetris dari guncangan Geopolitical Risk (GPR). Guna menghindari bias agregasi pada literatur terdahulu, sampel penelitian diklasifikasikan berdasarkan struktur fundamental neraca perdagangan energi menjadi kelompok net-exporter (4 negara) dan net-importer (18 negara). Metodologi penelitian ini mengadopsi kerangka connectedness Diebold-Yilmaz melalui estimasi model Vector Autoregression berpenalti Least Absolute Shrinkage and Selection Operator (VAR-LASSO) pada 24 variabel endogen. Model perluasan berupa VAR-X-LASSO turut diaplikasikan dengan memasukkan 22 indeks GPR spesifik negara sebagai variabel eksogen guna memisahkan transmisi interdependence fundamental dari efek contagion. Menggunakan data bulanan dari rentang Maret 2015 hingga Februari 2026, analisis directional connectedness menunjukkan bahwa harga minyak secara searah mentransmisikan systemic shocks menuju saham sektor energi. Namun secara transmisi bersih di dalam connectedness network, pasar minyak justru bertindak sebagai net receiver. Penelitian ini juga mengonfirmasi eksistensi asimetri struktural dengan temuan bahwa seluruh negara net-exporter secara absolut bertindak sebagai net transmitter. Sebaliknya, kelompok net-importer secara agregat menjadi net receiver, meskipun pada level individu terdapat 9 dari 18 negara yang juga merangkap sebagai pihak net transmitter. Sementara itu, analisis dinamis berbasis rolling-window mendokumentasikan bahwa Total Connectedness Index (TCI) melonjak tajam saat pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Akan tetapi, efek contagion murni akibat GPR yang diukur melalui selisih metrik kedua model terbukti tidak merespons krisis kesehatan tersebut, melainkan baru mengalami eskalasi tajam pada rentang tahun 2025 hingga 2026. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan urgensi pengintegrasian profil neraca perdagangan energi dan sentimen geopolitik dalam merancang strategi cross-market portfolio rebalancing serta lindung nilai internasional pada connectedness network global.