Skripsi
Spillover Volatilitas Harga Emas Terhadap Indeks Sektoral Pasar Saham Indonesia: Analisis Komparatif Tiga Peristiwa Global Menggunakan Pendekatan TVP-VAR Connectedness
Pengarang:
Salma Fathimah - ; Ratna Juwita (Pembimbing/Promotor) - ; Dwi Nastiti Danarsari (Penguji) - ; Mona Ridho Sidjabat (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis spillover volatilitas harga emas terhadap sebelas indeks sektoral pasar saham Indonesia menggunakan pendekatan Time-Varying Parameter Vector Autoregression (TVP-VAR) Connectedness yang dikembangkan oleh Antonakakis et al. (2020). Emas dipilih sebagai variabel transmisi global karena karakteristiknya yang unik sebagai aset moneter yang pergerakannya mencerminkan perubahan risk appetite investor secara global, berbeda dari komoditas industri seperti minyak bumi dan batu bara yang pergerakannya lebih didorong oleh siklus permintaan industri. Penelitian ini membandingkan pola transmisi pada tiga event window yang merepresentasikan jenis guncangan global yang berbeda, yaitu invasi Rusia-Ukraina (November 2021–Mei 2022), Normalisasi Pasca-COVID (Agustus 2022–Februari 2023), dan keruntuhan Silicon Valley Bank (Desember 2022–Juni 2023). Data yang digunakan adalah return harian harga emas spot dan sebelas indeks sektoral IDX berdasarkan klasifikasi IDX Industrial Classification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spillover emas ke indeks sektoral IDX tidak bersifat seragam antar event, baik dari sisi intensitas maupun distribusi sektoral. Dari sisi intensitas sistem secara keseluruhan, Total Connectedness Index (TCI) tertinggi tercatat pada invasi Rusia-Ukraina sebesar 55,55%, diikuti keruntuhan SVB sebesar 51,22%, dan Normalisasi Pasca-COVID sebesar 48,50%, mencerminkan bahwa geopolitical shock berskala besar menghasilkan interkoneksi sistem yang paling kuat. Namun dari sisi intensitas transmisi emas keluar ke sektor lain, pola sebaliknya ditemukan: nilai tertinggi tercatat pada keruntuhan SVB sebesar 29,11%, diikuti Normalisasi Pasca-COVID sebesar 16,48%, dan invasi Rusia-Ukraina sebesar 8,22%, mengindikasikan bahwa financial contagion shock menjadikan emas sebagai saluran transmisi yang lebih aktif dibandingkan geopolitical shock. Dari sisi distribusi sektoral, IDXENERGY merupakan sektor paling rentan pada invasi Rusia-Ukraina dan keruntuhan SVB, sementara IDXBASIC mengambil alih posisi tersebut pada Normalisasi Pasca-COVID. Sebelas indeks sektoral IDX dikelompokkan menjadi tiga kelompok berdasarkan karakteristik bisnisnya, yaitu cyclical, defensive, dan growth, di mana sektor cyclical secara konsisten mencatat kerentanan tertinggi terhadap transmisi emas di antara ketiga kelompok tersebut, sementara sektor defensive merupakan kelompok yang paling terisolasi dari transmisi emas di seluruh event window. Hasil uji robustnessmengonfirmasi bahwa temuan utama penelitian bersifat stabil terhadap variasi forecast horizon maupun forgetting factor.