Skripsi
Pengaruh ESG Rating Changes terhadap Stock Returns Perusahaan Publik Non-Keuangan di ASEAN-5 Periode 2019-2024
Pengarang:
Naura Putri Lativa - ; Maria Ulpah (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Lisa Fitriyanti Akbar (Penguji) -
Deskripsi
Perubahan peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) berpotensi berfungsi sebagai information shock yang memicu penyesuaian harga saham, namun bukti empiris mengenai fenomena ini di pasar berkembang ASEAN-5 masih sangat terbatas. Penelitian ini menguji pengaruh perubahan peringkat ESG terhadap return saham dan kinerja keuangan perusahaan publik non-keuangan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand periode 2019–2024. Penelitian menggunakan data panel tidak seimbang dari 158 perusahaan dengan 881 observasi firm-year, bersumber dari Refinitiv Workspace. Variabel independen utama meliputi perubahan peringkat ESG agregat dalam bentuk kategoris (grade change) dan kontinu (score change), perubahan pada masing-masing pilar Environmental, Social, dan Governance, serta variabel dummy upgrade dan downgrade ESG. Variabel dependen adalah return saham tiga bulanan pasca-publikasi ESG, Return on Assets, dan Return on Equity. Model regresi diestimasi menggunakan Common Effect Model dengan clustered robust standard errors untuk model return saham, serta Fixed Effect Model dan Random Effect Model untuk model profitabilitas. Hasil estimasi secara konsisten menunjukkan bahwa seluruh spesifikasi perubahan peringkat ESG baik agregat maupun per pilar, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham jangka pendek. Pengujian asimetri tidak menemukan bukti bahwa pasar merespons upgrade dan downgrade secara berbeda. Perubahan peringkat ESG juga tidak terbukti mempengaruhi profitabilitas perusahaan secara signifikan. Sebaliknya, variabel makroekonomi seperti return pasar dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto menunjukkan pengaruh yang lebih konsisten dan signifikan. Temuan ini mencerminkan karakteristik pasar modal ASEAN-5 yang masih lebih responsif terhadap faktor risiko keuangan konvensional dibandingkan sinyal keberlanjutan dalam jangka pendek. Penelitian ini berkontribusi pada literatur keuangan berkelanjutan dengan menyediakan bukti empiris awal bahwa mekanisme transmisi sinyal ESG ke dalam harga saham belum berfungsi efektif di kawasan ASEAN-5.