Skripsi
Dampak Korupsi terhadap Struktur Modal Perusahaan pada Periode Krisis COVID-19 di ASEAN-5
Pengarang:
Dinar Naufal Basith - ; Lisa Fitriyanti Akbar (Pembimbing/Promotor) - ; Buddi Wibowo (Penguji) - ; Rizky Luxianto (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh korupsi terhadap struktur modal perusahaan publik non-keuangan di kawasan ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina) serta menguji peran pandemi COVID-19 sebagai variabel moderasi selama periode 2016–2023. Penelitian ini menggunakan unbalanced panel data dari 2.438 perusahaan non-keuangan dengan estimator Fixed Effects dan cluster-robust standard errors pada level perusahaan, mengikuti kerangka replikasi dengan modifikasi dari Abdeljawad et al. (2024). Korupsi diukur melalui dua proksi, yaitu Control of Corruption Index (WGI) dan Corruption Perceptions Index (CPI), sedangkan struktur modal diukur melalui book leverage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi yang diukur melalui WGI berpengaruh positif dan signifikan terhadap book leverage, konsisten dengan hipotesis sand the wheel bahwa pengendalian korupsi yang lebih efektif memperluas akses pasar utang melalui penguatan perlindungan kreditur. Korupsi yang diukur melalui CPI hanya signifikan pada spesifikasi tanpa variabel makroekonomi. Ukuran perusahaan, profitabilitas, dan tangibilitas aset terbukti sebagai determinan struktur modal yang paling konsisten di seluruh delapan spesifikasi model, mendukung prediksi Trade-off Theory dan Pecking Order Theory. Pandemi COVID-19 terbukti secara konsisten memperkuat pengaruh korupsi terhadap struktur modal di seluruh delapan spesifikasi model interaksi, mengindikasikan bahwa kualitas institusional menjadi semakin kritis sebagai determinan akses kredit perusahaan pada periode krisis.