Skripsi
Pengaruh Status Pekerjaan Ibu terhadap Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Indonesia: Pra dan Pasca Pandemi Covid-19
Pengarang:
Latisha Paramarasya - ; Fenny Rosmanita (Pembimbing/Promotor) - ; Dwini Handayani (Pembimbing/Promotor) - ; Irfani Fithria Ummul Muzayanah (Penguji) - ; Femmy Roeslan (Penguji) -
Deskripsi
Ketahanan pangan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga oleh alokasi waktu dalam pengelolaan konsumsi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status pekerjaan ibu dengan pola konsumsi pangan rumah tangga di Indonesia serta menguji perbedaannya antara periode prapandemi COVID-19 tahun 2019 dan pascapandemi tahun 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-section berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2019 dan 2022. Sampel akhir mencakup 478.574 rumah tangga. Pola konsumsi pangan diukur menggunakan Tingkat Kecukupan Energi, Tingkat Kecukupan Protein, dan Household Dietary Diversity Score. Estimasi dilakukan dengan Ordinary Least Squares menggunakan bobot survei, robust standard errors, variabel kontrol rumah tangga, serta interaksi antara status pekerjaan ibu dan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 2019 status pekerjaan ibu belum memiliki hubungan positif yang kuat dengan ketiga indikator konsumsi pangan. Pada 2022, rumah tangga dengan ibu bekerja memiliki tingkat kecukupan energi, kecukupan protein, dan keragaman pangan yang lebih tinggi dibandingkan rumah tangga dengan ibu tidak bekerja. Dengan demikian, hubungan status pekerjaan ibu dengan pola konsumsi pangan ditemukan lebih positif pada periode pascapandemi, meskipun hasil ini menunjukkan asosiasi dan tidak membuktikan hubungan kausal.