Skripsi
Renewable Energy and Economic Output: Empirical Evidence from 5 Southeast Asia Countries
Pengarang:
Muhammad Abrar Hendrayanto - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Widyono Soetjipto (Penguji) - ; Putu Angga Widyastaman (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh pembangkitan listrik dari energi terbarukan terhadap output ekonomi di lima negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina,
Thailand, dan Vietnam, selama periode 2000-2023. Penelitian ini penting mengingat kawasan ASEAN menghadapi kebutuhan yang semakin mendesak untuk meningkatkan ketahanan energi, mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan bakar fosil dan risiko geopolitik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja. Dengan menggunakan model data panel Fixed Effects yang diestimasi menggunakan Driscoll-Kraay standard errors, penelitian ini menjadikan PDB riil sebagai variabel dependen dan pembangkitan energi terbarukan sebagai variabel independen utama. Selain itu, penelitian ini juga memasukkan beberapa variabel kontrol, yaitu stok modal, indeks modal manusia, pengeluaran pemerintah, investasi asing langsung, dan keterbukaan perdagangan. Hasil empiris menunjukkan bahwa pembangkitan listrik dari energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap output ekonomi, dengan koefisien sebesar 0,0831172 yang signifikan pada tingkat signifikansi di bawah 1%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi listrik dari sumber energi terbarukan berpotensi meningkatkan output PDB di lima negara ASEAN. Seiring dengan upaya kawasan ASEAN untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% dalam total konsumsi energi primer, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa percepatan pengembangan energi terbarukan tidak hanya menjadi prioritas dalam kebijakan iklim dan energi, tetapi juga merupakan strategi efektif untuk mendorong kinerja ekonomi jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.
Thailand, dan Vietnam, selama periode 2000-2023. Penelitian ini penting mengingat kawasan ASEAN menghadapi kebutuhan yang semakin mendesak untuk meningkatkan ketahanan energi, mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga bahan bakar fosil dan risiko geopolitik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja. Dengan menggunakan model data panel Fixed Effects yang diestimasi menggunakan Driscoll-Kraay standard errors, penelitian ini menjadikan PDB riil sebagai variabel dependen dan pembangkitan energi terbarukan sebagai variabel independen utama. Selain itu, penelitian ini juga memasukkan beberapa variabel kontrol, yaitu stok modal, indeks modal manusia, pengeluaran pemerintah, investasi asing langsung, dan keterbukaan perdagangan. Hasil empiris menunjukkan bahwa pembangkitan listrik dari energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap output ekonomi, dengan koefisien sebesar 0,0831172 yang signifikan pada tingkat signifikansi di bawah 1%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi listrik dari sumber energi terbarukan berpotensi meningkatkan output PDB di lima negara ASEAN. Seiring dengan upaya kawasan ASEAN untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23% dalam total konsumsi energi primer, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa percepatan pengembangan energi terbarukan tidak hanya menjadi prioritas dalam kebijakan iklim dan energi, tetapi juga merupakan strategi efektif untuk mendorong kinerja ekonomi jangka panjang di kawasan Asia Tenggara.