Skripsi
The Intra-Provincial Digital Divide and Income Inequality in Indonesia: Does Institutional Quality Matter?
Pengarang:
Annisa Ramadhani Siregar - ; Chaikal Nuryakin (Pembimbing/Promotor) - ; Prani Sastiono (Penguji) - ; Isfandiarni (Penguji) -
Deskripsi
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah menciptakan berbagai peluang bagi pembangunan ekonomi, namun perkembangan digital yang tidak merata juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial ekonomi. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kesenjangan digital intra-provinsi dan ketimpangan pendapatan antar provinsi di Indonesia serta mengkaji peran kualitas institusi sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Menggunakan data panel tingkat provinsi yang mencakup 34 provinsi pada tahun 2018, 2019, 2020, 2021, dan 2024, penelitian ini menyusun Indeks Kesenjangan Digital (Digital Divide Index/DDI) berdasarkan kesenjangan antar kabupaten/kota di dalam setiap provinsi, serta mengestimasi model menggunakan metode Pooled Ordinary Least Squares (Pooled OLS) dengan year fixed effects dan clustered standard errors pada tingkat provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan digital intra-provinsi berhubungan positif dan signifikan dengan ketimpangan pendapatan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hubungan tersebut didorong oleh kesenjangan kapasitas digital struktural (Infodensity), sedangkan kesenjangan dalam pemanfaatan digital (Info-use) tidak menunjukkan hubungan langsung yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Selain itu, kualitas institusi yang lebih baik memperlemah hubungan antara kesenjangan digital intra-provinsi dan ketimpangan pendapatan. Efek moderasi tersebut signifikan pada kesenjangan pemanfaatan digital (Info-use), namun tidak signifikan pada kesenjangan kapasitas digital struktural (Infodensity). Temuan ini menegaskan pentingnya mengurangi kesenjangan digital sekaligus memperkuat kapasitas institusi agar transformasi digital dapat mendorong pembangunan yang lebih inklusif di Indonesia.