Skripsi
Hubungan Free Cash Flow dengan Financial Distress: Studi Empiris pada Perusahaan Nonkeuangan yang Terdaftar di BEI (2015-2024)
Pengarang:
Ghany Akbar Laduny - ; Rizky Luxianto (Pembimbing/Promotor) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) - ; Imam Wahyudi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh free cash flow (FCF) terhadap financial distress perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, baik dalam bentuk hubungan linear maupun nonlinear. Financial distress diukur menggunakan Altman Z''-Score Emerging Markets, sedangkan FCF dinyatakan sebagai proporsi terhadap pendapatan. Sampel penelitian terdiri dari 849 perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2015–2024, menghasilkan 6.138 observasi firm-year dalam bentuk unbalanced panel. Penelitian ini mereplikasi pendekatan metodologis Umar dan Al-Faryan (2024) dengan menerapkan metode estimasi two-step system GMM yang dilengkapi koreksi standard error Windmeijer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCF tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress, baik pada spesifikasi linear maupun nonlinear, sehingga tidak ditemukan bukti adanya tingkat FCF optimal. Temuan ini berbeda dengan penelitian acuan dan terbukti konsisten di seluruh spesifikasi model serta uji ketahanan. Di antara variabel kontrol, ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap Altman Z''-Score, sementara kondisi keuangan periode sebelumnya merupakan determinan yang paling kuat, mengindikasikan tingginya persistensi financial distress antar waktu. Perbedaan hasil dengan penelitian acuan diduga disebabkan oleh heterogenitas sektoral sampel yang tinggi, cakupan periode yang mencakup disrupsi pandemi COVID-19, serta karakteristik struktur kepemilikan perusahaan di Indonesia yang banyak didominasi oleh family-owned business. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan free cash flow perlu dianalisis secara spesifik per sektor dan tidak dapat digeneralisasi pada tingkat agregat, baik bagi manajemen perusahaan, investor dalam mengevaluasi perusahaan di BEI, maupun regulator dalam menyusun kebijakan terkait.