Skripsi
Analisis Hubungan Pertumbuhan Uang Elektronik dengan Kecepatan Peredaran Uang M1 di Indonesia Periode 2010-2025
Pengarang:
Bimo Sakti Nugroho - ; Telisa Aulia Falianty (Pembimbing/Promotor) - ; Nachrowi D. Nachrowi (Penguji) - ; Muhammad Shauqie Azar (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis hubungan antara pertumbuhan uang elektronik dan kecepatan peredaran uang M1 di Indonesia pada periode 2010Q1–2025Q4 menggunakan kerangka Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian ini menggunakan lima variabel endogen, yaitu kecepatan peredaran uang (LN_V), nilai transaksi uang elektronik (LN_EM), Consumer Price Index (LN_CPI), Indeks Produksi Industri sebagai proksi output riil (LN_IPI), dan suku bunga kebijakan (IR). Temuan utama penelitian ini mengkonfirmasi paradoks e-money: pertumbuhan nilai transaksi uang elektronik yang sangat masif justru berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecepatan peredaran uang dalam jangka panjang, berlawanan dengan prediksi model Baumol-Tobin. Mekanisme preferensi likuiditas digital, di mana akumulasi saldo pada dompet digital melebihi pertumbuhan output nominal, diidentifikasi sebagai penjelasan utama paradoks ini. Tingkat harga berpengaruh positif kuat melalui efek hot potato, sementara suku bunga kebijakan merupakan determinan yang paling konsisten dan dominan terhadap velocity melalui mekanisme opportunity cost. Hasil uji Error Correction Term menunjukkan bahwa hanya Indeks Produksi Industri yang berfungsi sebagai mekanisme penyesuaian aktif dalam sistem, sedangkan kecepatan peredaran uang bersifat weakly exogenous, mengindikasikan bahwa tren penurunan velocity selama periode pengamatan bersifat struktural. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi kebijakan moneter Bank Indonesia, khususnya dalam memperbarui kerangka transmisi moneter untuk mengakomodasi era digitalisasi sistem pembayaran.