Skripsi
Analisis Komparatif Pengungkapan Risiko Iklim Berdasarkan IFRS S1 dan S2: Studi Kasus pada Sektor Perbankan di Indonesia, Singapura, dan Inggris
Pengarang:
Nicolas Jayawangsa - ; Agustin Setya Ningrum (Pembimbing/Promotor) - ; Vita Silvira (Penguji) - ; Dwi Hartanti (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menelaah implementasi pengungkapan risiko iklim berdasarkan International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 pada sektor perbankan di tiga yurisdiksi yang merepresentasikan konfigurasi institusional berbeda dalam kerangka Varieties of Capitalism: Inggris sebagai Liberal Market Economy, Singapura sebagai Hybrid Liberal Market Economy, dan Indonesia sebagai State-influenced Market Economy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus komparatif dengan pemilihan subjek melalui prosedur purposive samping yang menggabungkan filter struktural dan skoring tertimbang. Subjek terpilih adalah Barclays plc (Inggris), DBS Bank Ltd (Singapura), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Indonesia), yang masing-masing merupakan bank dengan status sistemik tertinggi di yurisdiksi masing-masing. Analisis dilakukan menggunakan instrumen 43 indikator yang dikembangkan dari empat pilar IFRS S1 dan S2 (Tata Kelola, Strategi, Manajemen Risiko, serta Metrik dan Target) untuk mengevaluasi kedalaman dan kualitas praktik pengungkapan iklim di ketiga yurisdiksi. Temuan menunjukkan variasi penting dalam kematangan penungkapan di ketiga yurisdiksi yang menunjukkan perbedaan kerangka regulasi, struktur kepemilikan, dan kedalaman tata kelola iklim. Penelitian ini berkontribusi pada literatur akuntansi komparatif dengan menunjukkan bagaimana konfigurasi institusional yurisdiksi membentuk implementasi praktis dari standar pengungkapan keberlanjutan yang terharmonisasi secara global, dengan implikasi bagi regulator, investor, dan entitas pelapor yang mempersiapkan adopsi penuh IFRS S1 dan S2.