Skripsi
State Capital Injections and State-owned Enterprises Productivity: Evidence from Indonesia
Pengarang:
Teresa Tiara Puspita - ; Jahen Fachrul Rezki (Pembimbing/Promotor) - ; Willem A. Makaliwe (Penguji) - ; Titissari (Penguji) -
Deskripsi
Penyertaan Modal Negara (PMN) merupakan salah satu instrumen kebijakan yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk memperkuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional. Meskipun penelitian terdahulu umumnya berfokus pada faktor-faktor yang memengaruhi alokasi PMN serta kinerja keuangan perusahaan, bukti empiris mengenai hubungannya dengan produktivitas perusahaan masih terbatas. Penelitian ini menganalisis hubungan antara PMN dan produktivitas faktor total (Total Factor Productivity—TFP) pada BUMN di Indonesia menggunakan data panel yang mencakup 60 BUMN selama periode 2004–2024. TFP diestimasi menggunakan pendekatan Levinsohn–Petrin (2003), sedangkan hubungan antara PMN dan produktivitas diestimasi menggunakan model Two-Way Fixed Effects (TWFE) dengan efek tetap perusahaan dan tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMN berasosiasi negatif dengan TFP. Dalam hal ini, hubungan negatif tersebut terutama didorong oleh PMN berbentuk tunai, sedangkan PMN non-tunai tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa hubungan negatif tersebut terkonsentrasi pada sektor jasa keuangan, sementara tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara sektor strategis dan non-strategis. Temuan ini mendukung hipotesis soft budget constraint dan menunjukkan bahwa produktivitas perlu dipertimbangkan sebagai pelengkap kinerja keuangan dalam mengevaluasi efektivitas alokasi PMN sehingga dapat meningkatkan tata kelola serta daya saing jangka panjang BUMN di Indonesia.