Skripsi
Pengaruh Transformational Leadership Terhadap Employee Engagement: Peran Mediasi Knowledge Sharing Dan Competency Development Pada Karyawan Generasi Z Industri Jasa Keuangan Di Jabodetabek
Pengarang:
Nabihan Athalla - ; Fanny Martdianty (Pembimbing/Promotor) - ; Ayu Aprilianti (Penguji) - ; Aryana Satrya (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership terhadap employee engagement dengan knowledge sharing dan competency development sebagai variabel mediasi pada karyawan Generasi Z di industri jasa keuangan wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian konklusif. Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh 225 responden karyawan Generasi Z yang bekerja di sub-sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya, yang dipilih karena karakteristiknya yang berorientasi pada pembelajaran, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan. Pengolahan data dilakukan melalui SPSS 25 untuk analisis deskriptif serta LISREL 8.80 untuk analisis Structural Equation Modeling (SEM) dalam menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership tidak berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap employee engagement, namun berpengaruh signifikan terhadap knowledge sharing dan competency development. Selain itu, knowledge sharing dan competency development keduanya berpengaruh signifikan terhadap employee engagement dan terbukti memediasi secara penuh hubungan antara transformational leadership dan employee engagement, dengan competency development menunjukkan peran mediasi yang lebih kuat dibandingkan knowledge sharing. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi di industri jasa keuangan untuk mengembangkan pemimpin yang mampu menciptakan ekosistem kerja berbasis pertumbuhan melalui infrastruktur knowledge sharing yang terstruktur dan program pengembangan kompetensi berbasis mobilitas internal. Penelitian ini juga memperkuat literatur Social Exchange Theory dalam konteks Generasi Z di industri jasa keuangan, dengan membuktikan bahwa proses pertukaran sosial antara pemimpin dan bawahan bersifat bertahap dan dimediasi, bukan langsung dan instan.