Skripsi
Kualitas Laba dan Imbal Hasil Saham: Pengujian Behavioral Mispricing dan Quality Premium Pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
Pengarang:
Jonathan Adrian - ; Dwi Nastiti Danarsari (Pembimbing/Promotor) - ; Viverita (Penguji) - ; Asiah Muchtar (Penguji) -
Deskripsi
Kualitas laba diyakini memiliki pengaruh terhadap imbal hasil saham, namun mekanisme yang mendasari hubungan tersebut masih menjadi perdebatan antara perspektif behavioral mispricing dan quality premium berbasis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kualitas laba dan imbal hasil saham pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2023, sekaligus mengidentifikasi mekanisme yang lebih mampu menjelaskan hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan analisis portofolio berbasis Buy-and-Hold Abnormal Return (BHAR) dan regresi dua tahap Fama–MacBeth, dengan sampel sebanyak 5.718 observasi firm-year dari 746 perusahaan yang diperoleh dari S&P Capital IQ Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi hedge portfolio antara perusahaan dengan kualitas laba tertinggi dan terendah menghasilkan imbal hasil sebesar 14,18% per tahun dengan t-statistic sebesar 3,30. Namun demikian, hubungan tersebut tidak signifikan baik sebelum maupun setelah mengontrol karakteristik fundamental perusahaan dalam regresi Fama–MacBeth. Selain itu, hedge return ditemukan lebih kuat pada perusahaan large-cap dibandingkan small-cap, yang tidak konsisten dengan prediksi limits to arbitrage. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara kualitas laba dan imbal hasil saham di pasar modal Indonesia, namun mekanisme yang mendasarinya masih bersifat inconclusive.