Skripsi
Pengaruh Social Media Influencer terhadap Purchase Intention dan Online Purchase Behavior pada Produk Modest Fashion Brand Lokal di Indonesia
Pengarang:
Fayza Nur Aulia - ; Arga Hananto (Pembimbing/Promotor) - ; Gita Gayatri (Penguji) - ; Hapsari setyowardhani (Penguji) -
Deskripsi
Pertumbuhan industri modest fashion di Indonesia turut didorong oleh peran social
media influencer dalam membentuk preferensi dan keputusan pembelian. Di sisi
lain, ketertarikan konsumen terhadap konten influencer tidak selalu terealisasi
dalam pembelian aktual. Penelitian ini bertujuan menganalisis social media
influencer terhadap purchase intention dan online purchase behavior pada modest
fashion brand lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Dehyadegari
et al. (2025) dengan menggabungkan Source Credibility Theory, Social Influence
Theory, Social Cognitive Theory, dan Theory of Planned Behavior. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM yang diolah
menggunakan SmartPLS4, berdasarkan data dari 195 konsumen perempuan
Muslim berusia 18-30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media
influencer berpengaruh signifikan terhadap perceived value yang selanjutnya
mendorong purchase intention dan online purchase behavior. Sebaliknya, e-WOM
tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention, dan religious
commitment tidak terbukti memoderasi pengaruh e-WOM ataupun perceived value
terhadap purchase intention. Temuan ini memperkaya literatur peran social media
influencer dan perilaku konsumen Muslim dalam konteks modest fashion brand
lokal, serta implikasi praktis bagi pelaku industri dalam merancang strategi digital.
media influencer dalam membentuk preferensi dan keputusan pembelian. Di sisi
lain, ketertarikan konsumen terhadap konten influencer tidak selalu terealisasi
dalam pembelian aktual. Penelitian ini bertujuan menganalisis social media
influencer terhadap purchase intention dan online purchase behavior pada modest
fashion brand lokal di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model Dehyadegari
et al. (2025) dengan menggabungkan Source Credibility Theory, Social Influence
Theory, Social Cognitive Theory, dan Theory of Planned Behavior. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM yang diolah
menggunakan SmartPLS4, berdasarkan data dari 195 konsumen perempuan
Muslim berusia 18-30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media
influencer berpengaruh signifikan terhadap perceived value yang selanjutnya
mendorong purchase intention dan online purchase behavior. Sebaliknya, e-WOM
tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention, dan religious
commitment tidak terbukti memoderasi pengaruh e-WOM ataupun perceived value
terhadap purchase intention. Temuan ini memperkaya literatur peran social media
influencer dan perilaku konsumen Muslim dalam konteks modest fashion brand
lokal, serta implikasi praktis bagi pelaku industri dalam merancang strategi digital.