Skripsi
Dampak Penyelenggaraan FIFA World Cup terhadap Kinerja Saham Spekulatif dan Non-Spekulatif di Bursa Efek Indonesia selama Tahun 2014-2022
Pengarang:
Kartika Zahra Salsabila - ; Viverita (Pembimbing/Promotor) - ; Lenny Suardi (Penguji) - ; Dwi Nastiti Danarsari (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji apakah periode penyelenggaraan FIFA World Cup berkorelasi dengan perubahan kinerja relatif saham berkarakteristik spekulatif (Gambling Stocks/GS) dan non-spekulatif (Non-Gambling Stocks/NGS) di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2014–2022 sebagai pengujian mekanisme transmisi sentimen perjudian pada pasar saham dalam konteks pasar berkembang. Klasifikasi saham spekulatif mengikuti pendekatan Kumar (2009) berdasarkan kombinasi harga saham rendah, idiosyncratic volatility tinggi, dan idiosyncratic skewness tinggi pada distribusi cross-sectionbulanan. Kinerja saham diukur menggunakan average abnormal return (AAR) bulanan yang diestimasi melalui market model dengan pendekatan rolling window 130 hari bursa. Sampel penelitian terdiri atas 617 emiten nonkeuangan dengan 47.937 observasi firm-month yang mencakup tiga edisi FIFA World Cup (2014, 2018, dan 2022). Metode analisis yang digunakan adalah regresi panel fixed effects dengan firm fixed effects, year dummy, serta two-way clustered standard errors pada tingkat perusahaan dan bulan. Untuk memastikan konsistensi hasil, penelitian ini melakukan dua uji robustness yang mencakup definisi alternatif saham spekulatif (k=33%) serta cross-check melalui pooled difference-in-differences model. Hasil uji tidak mendukung hipotesis pertama, yaitu tidak terdapat peningkatan AAR saham spekulatif selama periode World Cup, sementara hipotesis penurunan AAR saham non-spekulatif berhasil didukung, yang konsisten dengan temuan pengujian utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme transmisi sentimen perjudian pada pasar saham di Indonesia beroperasi secara parsial dan tidak bersifat universal lintas pasar, kemungkinan akibat tersalurkannya sentimen perjudian secara langsung ke platform taruhan daring serta dominasi mekanisme investor inattention. Temuan ini memberikan implikasi bagi investor dalam manajemen portofolio selama peristiwa global, bagi akademisi dalam pengembangan literatur behavioral finance di pasar berkembang, serta bagi regulator dalam memperkuat perlindungan investor ritel.