Skripsi
Factors Influencing Indonesian Retail Investors’ Behavioral Intention to Adopt Stock Finfluencer Recommendations Using the Technology Acceptance Model and the Theory of Reasoned Action
Pengarang:
Kumala Wulan Sari - ; Karto Adiwijaya (Pembimbing/Promotor) - ; Triza Mudita (Penguji) - ; Haryani Primanti (Penguji) -
Deskripsi
Peningkatan partisipasi investor ritel serta berkembangnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi investasi telah memperluas peran finfluencer saham dalam proses evaluasi informasi oleh investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat perilaku investor ritel Indonesia untuk mengadopsi rekomendasi finfluencer saham sebagai salah satu referensi dalam proses evaluasi investasi. Kerangka penelitian mengintegrasikan Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Reasoned Action (TRA), serta mengadaptasi Perceived Awareness dari model empiris Chandani et al. (2025). Penelitian ini menggunakan enam konstruk, yaitu Subjective Norm, Perceived Awareness, Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner daring. Responden merupakan investor ritel Indonesia yang memiliki pengalaman berinvestasi saham, mengikuti setidaknya satu akun finfluencer saham Indonesia, dan pernah melihat konten rekomendasi saham dalam 12 bulan terakhir. Setelah melalui proses penyaringan dan pembersihan data, sebanyak 339 respons valid dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh hipotesis didukung. Subjective Norm memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention. Perceived Ease of Use memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Usefulness dan Attitude Toward Using, tetapi tidak memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap Behavioral Intention. Selanjutnya, Perceived Usefulness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude Toward Using dan Behavioral Intention. Attitude Toward Using ditemukan sebagai prediktor langsung terkuat terhadap Behavioral Intention, sedangkan Perceived Awareness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention, tetapi dengan ukuran efek yang sangat kecil. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa niat investor ritel Indonesia untuk mengadopsi rekomendasi finfluencer saham terutama berkaitan dengan persepsi atas kegunaan rekomendasi dan evaluasi positif terhadap penggunaannya. Kemudahan dalam memahami informasi berperan penting dalam meningkatkan persepsi kegunaan, tetapi tidak secara langsung membentuk niat untuk mengadopsi rekomendasi. Pengaruh sosial dan kesadaran terhadap konten finfluencer saham juga berkontribusi, tetapi berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini mendukung penggunaan kerangka TAM–TRA terintegrasi untuk menjelaskan niat investor dalam mempertimbangkan dan menggunakan rekomendasi finfluencer saham sebagai referensi informasi, bukan sebagai pengganti keputusan investasi yang dilakukan secara mandiri.