Skripsi
Market Multiples and Stock Returns in Indonesia: A Comparative Study with MSCI Developed Asian Markets (2015-2024)
Pengarang:
Rayhan Fayyaz Witjaksono Moedjiono - ; Arief Wibisono Lubis (Pembimbing/Promotor) - ; Ririen Setiati Riyanti (Penguji) - ; Lenny Suardi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji apakah rasio Price-to-Earnings, Price-to-Book, Price-to-Cash Flow, Price-to-Sales, dan Price-to-Dividends, beserta dividend growth, memprediksi stock returns satu periode ke depan secara berbeda di Indonesia dan tiga pasar maju di Asia, yaitu Singapura, Hong Kong, dan Jepang, selama 2015 hingga 2024, dengan Indonesia diklasifikasikan sebagai Emerging Market dan ketiga negara lainnya sebagai Developed Markets berdasarkan kerangka MSCI. Data tingkat perusahaan diperoleh dari S&P Capital IQ Pro, dengan sampel akhir 25.700 observasi firm-year dari 4.084 perusahaan, dianalisis menggunakan independent sample t-test, Hausman test, dan panel regression dengan firm dan year fixed effects. Indonesia berbeda secara signifikan dengan Singapura pada seluruh variabel, namun hanya berbeda sebagian dengan Hong Kong dan Jepang. Hanya rasio Price-to-Book dan Price-to-Dividends yang secara signifikan memprediksi stock returns di keempat pasar, keduanya negatif, sementara rasio Price-to-Earnings, Price-to-Cash Flow, Price-to-Sales, dan dividend growth masing-masing bergantung pada kondisi spesifik tiap pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa kekuatan prediktif market multiples bergantung pada karakteristik institusional masing-masing pasar, bukan hanya klasifikasi emerging atau developed, dan bahwa investor serta analis sebaiknya memperlakukan valuation multiples secara spesifik untuk tiap pasar, bukan satu pendekatan untuk semua.