Skripsi
The Interplay between Remittances and ICT on Economic Growth: A Dynamic Panel Analysis of Top Migrant-Sending Countries
Pengarang:
Muhammad Al Fatih - ; Ibrahim Kholilul Rohman (Pembimbing/Promotor) - ; Dwini Handayani (Penguji) - ; Willem A. Makaliwe (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji dampak arus masuk remitansi serta efek interaksinya dengan digitalisasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada 19 negara pengirim migran terbesar di dunia selama periode 2003–2023. Estimasi model utama menggunakan pendekatan One-Step System GMM (Blundell-Bond) untuk mengatasi endogenitas dan reverse causality antara remitansi dan GDP per kapita, sementara analisis subsampling berdasarkan income group diestimasi menggunakan Two-Way Fixed Effects sebagai pendekatan pembanding. Hasil estimasi menunjukkan bahwa efek langsung remitansi terhadap pertumbuhan ekonomi bernilai negatif dan signifikan pada seluruh spesifikasi model, sementara efek interaksi antara remitansi dan digitalisasi bernilai positif dan signifikan, yang mengindikasikan adanya hubungan komplementer. Analisis lanjutan berupa subsampling berdasarkan klasifikasi income group World Bank dan perhitungan efek marginal digunakan untuk mengidentifikasi ambang batas digitalisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa proksi fixed broadband subscription memiliki ambang batas yang telah dilampaui oleh 11 dari 19 negara, khususnya pada kelompok Upper Middle dan High Income pada 2023. Berdasarkan hasil estimasi, negara Low dan Lower Middle Income direkomendasikan untuk memfokuskan kebijakan pada pembangunan dan pemerataan infrastruktur internet, sementara Upper Middle Income diarahkan pada penguatan kualitas institusional dan formalisasi jalur masuk remitansi; sedangkan untuk kelompok High Income tidak terdapat rekomendasi yang dapat ditarik dari hasil estimasi. Rekomendasi konkret bagi Indonesia adalah optimalisasi dan akselerasi implementasi proyek Palapa Ring secara lebih komprehensif untuk memastikan implementasi fiber-to-the-home memberikan dampak ekonomi yang nyata. Penelitian ini belum menangkap heterogenitas okupasi/skill migran, jalur masuk remitansi, pola pemanfaatan remitansi di tingkat rumah tangga, maupun faktor yang mendasari efek negatif remitansi. Oleh karena itu, studi lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi transmisi mikro remitansi, memasukkan okupasi migran sebagai variabel eksplisit, serta menggunakan proksi digitalisasi yang lebih mencerminkan pemanfaatan teknologi dan akses finansial digital.