Skripsi
Pengaruh Pengungkapan ESG terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Non-Keuangan di Indonesia Periode 2017-2024
Pengarang:
Muhammad Zia Ulhaq Hakim - ; Junino Jahja (Pembimbing/Promotor) - ; Permata Wulandari (Penguji) - ; Rofikoh Rokhim (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap struktur modal pada perusahaan non-keuangan di Indonesia periode 2017–2024. Struktur modal diproksikan dengan rasio debt-to-equity (DTE), sedangkan pengungkapan ESG diukur menggunakan skor agregat beserta tiga pilar pembentuknya, yaitu Environmental, Social, dan Governance, yang diperoleh dari Bloomberg Terminal. Menggunakan data unbalanced panel dari 148 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan 844 observasi firm-year, penelitian ini menerapkan Fixed Effect Model dengan firm fixed effects, year fixed effects, dan clustered robust standard errors di tingkat perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG agregat berpengaruh negatif terhadap DTE pada tingkat signifikansi 10%, dengan pilar Social sebagai satu-satunya pilar yang signifikan di antara ketiga pilar. Pengaruh negatif tersebut hanya signifikan pada perusahaan di industri sensitif lingkungan dan tidak signifikan pada industri non-sensitif lingkungan. Sementara itu, pengaruh tersebut signifikan pada periode sebelum pandemi COVID-19 (2017–2019), tetapi melemah dan tidak lagi signifikan pada periode selama dan setelah pandemi (2020–2024), yang berbeda dari temuan studi acuan di India. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam menyusun strategi pengungkapan keberlanjutan, bagi investor dalam mengintegrasikan informasi ESG ke dalam analisis pendanaan, serta bagi regulator dalam mengembangkan kerangka kebijakan pengungkapan ESG di Indonesia.