Skripsi
Efek Guncangan Eksternal Terhadap Exchange Market Pressure Index (EMPI) di Indonesia Periode 2005-2024 : Pendekatan Threshold Vector Autoregression (TVAR)
Pengarang:
Emmanuela Keisha Ivy Hutabarat - ; Beta Yulianita G. Laksono (Pembimbing/Promotor) - ; Desita Prabawati Ratna (Penguji) - ; Ine Minara S. Ruky (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh guncangan eksternal terhadap tekanan pasar valuta asing Indonesia yang diukur menggunakan Exchange Market Pressure Index (EMPI) dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat ketidakpastian global. Variabel yang digunakan meliputi EMPI, Volatility Index (VIX), Federal Funds Rate (FFR), US Dollar Index (DXY), dan inflasi sebagai representasi kondisi makroekonomi domestik. Penelitian menggunakan data bulanan periode Juli 2005 hingga Desember 2024 dan dianalisis menggunakan metode Threshold Vector Autoregression (TVAR) dengan VIX sebagai variabel ambang (threshold variable). Hasil estimasi menunjukkan adanya hubungan nonlinier dalam dinamika tekanan pasar valuta asing Indonesia dengan nilai ambang VIX sebesar 25,04 yang membedakan rezim ketidakpastian global rendah dan tinggi. Hasil Generalized Impulse Response Function (GIRF) menunjukkan bahwa pada rezim ketidakpastian rendah, respons EMPI terhadap guncangan eksternal relatif kecil dan cepat mereda, sementara inflasi memiliki peran yang lebih dominan dalam menjelaskan dinamika tekanan pasar valuta asing. Sebaliknya, pada rezim ketidakpastian tinggi, EMPI menunjukkan respons yang lebih besar terhadap guncangan eksternal, terutama yang berasal dari VIX dan DXY, yang mengindikasikan meningkatnya sensitivitas pasar valuta asing domestik terhadap perubahan kondisi keuangan global. Hasil Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa kontribusi variabel eksternal terhadap variasi EMPI meningkat secara signifikan pada rezim ketidakpastian tinggi, khususnya VIX dan DXY, sedangkan pada rezim ketidakpastian rendah variasi EMPI masih didominasi oleh faktor internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa transmisi guncangan eksternal terhadap tekanan pasar valuta asing Indonesia bersifat state-dependent, sehingga efektivitas kebijakan stabilisasi perlu mempertimbangkan kondisi ketidakpastian global yang sedang berlangsung. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur mengenai EMPI di Indonesia dengan mengintegrasikan pendekatan nonlinier berbasis TVAR untuk menangkap perbedaan respons antar rezim ketidakpastian global.