Skripsi
Pengaruh Bias Kepercayaan Diri Berlebihan, Perilaku Mengikuti Kelompok, Persepsi Literasi Keuangan, dan Sikap terhadap Investasi terhadap Intensi Berinvestasi pada Saham Berkapitalisasi Kecil di Kalangan Generasi Muda Jabodetabek
Pengarang:
Naura Athaya Mumtaz - ; Dony Abdul Chalid (Pembimbing/Promotor) - ; Adi Waskito (Penguji) - ; Eka Pria Anas (Penguji) -
Deskripsi
Jumlah investor ritel muda di pasar modal Indonesia mencakup lebih dari setengah total investor di pasar saham. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini menyelidiki pendorong psikologis, kognitif, dan sosial di balik fenomena ini dengan menganalisis pengaruh Overconfidence Bias, Herding Behavior, dan Perceived Financial Literacy terhadap Intensi Investasi Saham Small cap. Dengan memanfaatkan Dual Process Theory (DPT) dan kerangka Behavioral Portfolio Theory, penelitian ini mengisolasi peran mediasi dari Attitude Towards Investment untuk memahami bagaimana Perceived Financial Literacy diterjemahkan ke dalam intensi individu. Analisis jalur kuantitatif dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 107 yang berada di wilayah Jabodetabek. Data diproses menggunakan IBM SPSS untuk mengevaluasi dua persamaan struktural, menguji jalur perilaku spontan dan jalur kognitif terstruktur. Temuan mengungkapkan bahwa Overconfidence Bias dan Perceived Financial Literacy tidak memberikan pengaruh langsung dan signifikan secara statistik terhadap intensi berinvestasi pada saham small cap. Sebaliknya, Herding Behavior muncul sebagai pendorong langsung yang signifikan, yang menunjukkan bahwa generasi muda sangat bergantung pada faktor sosial untuk mengatasi ambiguitas pasar. Selain itu, penelitian ini menunjukkan adanya mekanisme mediasi penuh dari Perceived Financial Literacy yang berfungsi sebagai elemen dasar yang secara signifikan membangun Attitude Towards Investment, yang kemudian bertindak sebagai jembatan psikologis yang memicu intensi berinvestasi. Jadi, penelitian ini menyimpulkan bahwa generasi muda di Jabodetabek secara langsung terpengaruh oleh tren sosial saat menghadapi aset berisiko dan bervolitilitas tinggi, sedangkan Perceived Financial Literacy pada dasarnya tidak efektif kecuali jika variabel tersebut berhasil membentuk attitude positif terhadap berinvestasi pada saham small cap.