Skripsi
Pengaruh Manajemen Modal Kerja terhadap Kinerja Perusahaan dengan Kepemilikan Asing sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI Periode 2020-2024
Pengarang:
Annisa Tri Windiastuti - ; Permata Wulandari (Pembimbing/Promotor) - ; Viverita (Penguji) - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap kinerja perusahaan serta menguji peran kepemilikan asing sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Manajemen modal kerja diproksikan dengan cash conversion cycle (CCC), sedangkan kinerja perusahaan diukur menggunakan Return on Equity (ROE), Net Operating Profit After Tax (NOPAT), Return on Assets (ROA), dan Tobin’s Q. Penelitian menggunakan data panel dari 108 perusahaan manufaktur. Analisis dilakukan dengan Fixed Effect Model pada model yang tidak terindikasi endogenitas, sedangkan model yang terindikasi endogenitas diestimasi menggunakan System Generalized Method of Moments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CCC berpengaruh negatif signifikan terhadap ROE, NOPAT, dan ROA, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Tobin’s Q. Temuan ini mengindikasikan bahwa inefisiensi manajemen modal kerja mampu menurunkan profitabilitas perusahaan, tetapi belum tentu memengaruhi nilai pasar perusahaan. Kepemilikan asing tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE, NOPAT, ROA, maupun Tobin’s Q secara langsung. Selain itu, kepemilikan asing tidak memoderasi hubungan antara manajemen modal kerja dan profitabilitas perusahaan (ROE, NOPAT, dan ROA). Namun, pada model interaksi Tobin’s Q, kepemilikan asing berpengaruh positif signifikan dan interaksi antara kepemilikan asing dan CCC berpengaruh negatif signifikan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasar mengapresiasi keberadaan investor asing, tetapi apresiasi tersebut melemah ketika perusahaan memiliki pengelolaan modal kerja yang kurang efisien. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan modal kerja yang efisien berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan, sementara peran kepemilikan asing cenderung terbatas dan lebih terlihat pada aspek penilaian pasar perusahaan.