Skripsi
Pengaruh Ketidakpastian Harga Minyak terhadap Keuangan Berkelanjutan: Studi pada Pasar Obligasi Pemerintah dan Indeks SRI-KEHATI di Indonesia Periode 2019-2024
Pengarang:
Gabriel Leonardo Decaprio Silitonga - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Pembimbing/Promotor) - ; Shalahudin Haikal (Penguji) - ; Eka Pria Anas (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji pengaruh ketidakpastian harga minyak (oil price uncertainty/OPU), yang diukur melalui CBOE Crude Oil ETF Volatility Index (OVX), terhadap keuangan berkelanjutan Indonesia, yaitu yield Surat Berharga Negara (SBN) dan return Indeks SRI-KEHATI, selama periode Januari 2019 hingga Desember 2024. Penelitian ini mengembangkan kerangka Nawaz et al. (2026) yang menguji hubungan OPU dengan aset keuangan berkelanjutan global (obligasi hijau dan ekuitas energi bersih) menggunakan Wavelet-Based Quantile-on-Quantile Regression, dengan mengadaptasinya pada konteks pasar berkembang Indonesia. Pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Bounds Test (Pesaran et al., 2001) digunakan dengan variabel kontrol BI Rate, inflasi, dan logaritma natural nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Hasil uji stasionaritas menunjukkan campuran I(0) dan I(1), sehingga metode ARDL tepat diaplikasikan. Pengujian kointegrasi mengkonfirmasi adanya hubungan jangka panjang yang stabil pada kedua model. OPU terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap yield SBN dalam jangka panjang (β = 0,0155; p < 0,001) maupun jangka pendek (β = 0,0056; p = 0,009), mengindikasikan transmisi OPU melalui mekanisme peningkatan premi risiko pada pasar obligasi pemerintah. Sebaliknya, OPU tidak berpengaruh signifikan terhadap return Indeks SRI-KEHATI dalam jangka panjang maupun jangka pendek (p > 0,05), dengan nilai tukar sebagai faktor dominan yang memengaruhi kinerja ekuitas ESG domestik. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pasar obligasi pemerintah Indonesia lebih rentan terhadap guncangan ketidakpastian energi global dibandingkan pasar ekuitas berbasis ESG, dengan relevansi bagi investor, manajer portofolio, dan pembuat kebijakan dalam pengelolaan risiko energi.