Skripsi
Analisis Pengaruh Financial Distress terhadap Kinerja Perusahaan: Bukti Empiris dari Perusahaan Energi di Indonesia Periode 2015-2024
Pengarang:
Syifa Azzahra Harahap - ; Ruri Eka Fauziah Nasution (Pembimbing/Promotor) - ; Eka Pria Anas (Penguji) - ; Shalahuddin Haikal (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2024. Financial distress diukur menggunakan model Multiple Discriminant Analysis (MDA), sedangkan kinerja perusahaan diukur dengan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Tobin’s Q. Dalam penelitian ini, skor financial distress bersifat invers, sehingga nilai skor yang lebih tinggi menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang lebih sehat dan risiko financial distress yang lebih rendah. Penelitian ini menggunakan data panel yang terdiri dari 31 perusahaan sektor energi periode 2015-2024 dengan total 310 observasi. Analisis dilakukan menggunakan metode Generalized Least Squares (GLS) dan Generalized Method of Moments (GMM) untuk mengatasi potensi endogenitas.
Hasil pengujian model diskriminan menunjukkan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 88,71% pada data original dan 88,06% pada cross-validation, yang mengindikasikan kemampuan prediksi yang baik dalam mengidentifikasi kondisi financial distress. Hasil uji endogenitas menunjukkan bahwa variabel financial distress bersifat endogen pada model ROA dan ROE. Sementara itu, pada model Tobin’s Q tidak ditemukan indikasi endogenitas sehingga estimasi hanya dilakukan menggunakan GLS. Hasil regresi GLS menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dan Tobin’s Q, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Namun, setelah potensi endogenitas dikendalikan menggunakan GMM, pengaruh financial distress terhadap ROA maupun ROE menjadi tidak signifikan.
Hasil pengujian model diskriminan menunjukkan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 88,71% pada data original dan 88,06% pada cross-validation, yang mengindikasikan kemampuan prediksi yang baik dalam mengidentifikasi kondisi financial distress. Hasil uji endogenitas menunjukkan bahwa variabel financial distress bersifat endogen pada model ROA dan ROE. Sementara itu, pada model Tobin’s Q tidak ditemukan indikasi endogenitas sehingga estimasi hanya dilakukan menggunakan GLS. Hasil regresi GLS menunjukkan bahwa financial distress tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA dan Tobin’s Q, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Namun, setelah potensi endogenitas dikendalikan menggunakan GMM, pengaruh financial distress terhadap ROA maupun ROE menjadi tidak signifikan.