Skripsi
Labor Vulnerability Among Gig Workers: Evidence from a National Labor Force Survey
Pengarang:
Tanaia Anindita Firdaus - ; Prani Sastiono (Pembimbing/Promotor) - ; Ashintya Damayati (Penguji) - ; Rus'an Nasrudin (Penguji) -
Deskripsi
Perkembangan ekonomi gig di Indonesia telah menciptakan peluang kerja yang lebih fleksibel, namun juga menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas dan perlindungan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status pekerja gig terhadap kerentanan tenaga kerja pada individu yang bekerja di Indonesia. Penelitian menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2024 dengan unit analisis individu yang bekerja dan berumur di atas 15 tahun. Kerentanan tenaga kerja diukur melalui ketidakamanan pendapatan, ketiadaan jaminan sosial, kerentanan jam kerja, dan kerentanan tenaga kerja secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode Propensity Score Matching (PSM) dengan Inverse Probability Weighted Regression Adjustment (IPWRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja gig memiliki probabilitas yang lebih tinggi mengalami kerentanan pendapatan, ketiadaan jaminan sosial, dan kerentanan tenaga kerja. Sementara itu, setelah mengendalikan karakteristik individu, rumah tangga, dan sektor usaha, pekerja gig memiliki probabilitas yang lebih rendah mengalami kerentanan jam kerja, namun memiliki variasi jam kerja yang lebih tinggi. Analisis heterogenitas dilakukan berdasarkan autonomi dan daya tawar tipe pekerja gig, yaitu disguised employment, dependent self-employment, independent self-employment, dan constrained high-leverage self-employment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan kebijakan yang memperluas akses pekerja gig terhadap program perlindungan sosial serta kebijakan tidak dapat disamaratakan untuk semua tipe pekerja gig.