Skripsi
Punya Anak atau Tidak? Analisis Perempuan Indonesia Pernah Kawin Pada Masa Akhir Reproduksi
Pengarang:
Shafa Rizki Putri Melinda - ; Dewi Ratna Sjari M. (Pembimbing/Promotor) - ; Sita Wardhani (Penguji) - ; Titissari Rumbogo (Penguji) -
Deskripsi
Penurunan angka fertilitas di Indonesia disertai dengan meningkatnya fenomena childlessness, yaitu kondisi tidak memiliki anak. Penelitian ini menganalisis perbedaan karakteristik serta faktor demografis dan sosial ekonomi yang berkaitan dengan status childlessness pada perempuan berstatus kawin atau pernah kawin usia 40–54 tahun di Indonesia, yakni rentang usia ketika status memiliki anak bersifat relatif final karena mendekati akhir masa reproduktif. Data yang digunakan bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024. Analisis dilakukan secara deskriptif dan melalui regresi logistik biner pada dua sampel, yaitu perempuan menikah dan pernah menikah (N = 137.307) serta perempuan yang masih menikah dengan tambahan variabel lama pernikahan (N = 121.159). Hasil deskriptif menunjukkan bahwa proporsi childlessness berdasarkan tingkat pendidikan membentuk pola U, di mana persentase tertinggi terdapat pada perempuan tidak bersekolah dan lulusan perguruan tinggi. Hasil regresi menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berhubungan negatif dan signifikan dengan childlessness, sehingga perempuan berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki peluang childless yang lebih rendah dibandingkan perempuan yang tidak bersekolah. Sebaliknya, pengeluaran per kapita rumah tangga dan status kerja di sektor formal berhubungan positif dan signifikan dengan childlessness, sementara sektor informal tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Faktor demografis turut berperan: usia yang lebih tua berhubungan positif, sedangkan lama pernikahan dan tempat tinggal perkotaan berhubungan negatif dengan peluang childless. Temuan ini mengindikasikan bahwa childlessness pada perempuan di Indonesia merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi, karakteristik demografis, serta dinamika kehidupan individu. Penelitian ini juga membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi hubungan antarvariabel serta menjelaskan lebih lanjut perbedaan antara pola deskriptif dan hasil analisis regresi dalam menjelaskan childlessness.