Skripsi
The Impact of Mergers and Acquisitions Announcement on Shareholder Wealth: Evidence from Indonesian Listed Companies
Pengarang:
Azka Ali Thalib - ; Lenny Suardi (Penguji) - ; Karina Wulandari (Penguji) - ; Mona Ridho Sidjabat (Pembimbing/Promotor) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji reaksi pasar saham terhadap pengumuman merger dan akuisisi (M&A) yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016–2025, dengan menggunakan metodologi event study berbasis Market Model yang diestimasi pada periode estimasi [−160, −41] terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) diukur pada periode peristiwa [−1, +1] dan [−5, +5] untuk sampel akhir sebanyak 137 transaksi yang disaring dari 246 peristiwa M&A yang bersumber dari S&P Capital IQ, mencakup sub-periode pra-krisis (2016–2019), krisis (2020–2021), dan pasca-krisis (2022–2025). Uji parametrik t-test dan uji non-parametrik Wilcoxon signed-rank diterapkan bersamaan dengan analisis trimmed sample, mengingat seluruh distribusi abnormal return menolak asumsi normalitas. Temuan menunjukkan bahwa pengumuman M&A tidak menghasilkan reaksi pasar abnormal jangka pendek yang robust di sekitar tanggal pengumuman. Meskipun sampel awal menghasilkan CAAR jangka panjang yang marginally significant sebesar 0,207% (t = 2,061, p = 0,039), hasil ini sepenuhnya hilang pada sampel yang telah di-trim, di mana kedua ukuran CAAR bernilai negatif dan tidak signifikan, sementara uji Wilcoxon mengonfirmasi median yang secara signifikan negatif (p = 0,027), mengindikasikan bahwa outlier menjadi pendorong utama hasil positif awal tersebut. Tidak ditemukan perbedaan sistematis dalam reaksi pasar antar sub-periode ekonomi, kecuali efek terisolasi pada periode pasca-krisis, yaitu return negatif pada Hari −4 (p = 0,013) dan return positif pada Hari +3 (p = 0,047), yang mengindikasikan potensi kebocoran informasi (information leakage) dan penyesuaian pasar yang tertunda. Secara keseluruhan, temuan ini konsisten dengan Efficient Market Hypothesis dan bukti internasional mengenai return bidder yang mendekati nol, serta berkontribusi pada literatur empiris yang masih terbatas mengenai reaksi pasar terhadap M&A, dengan implikasi terhadap kekayaan pemegang saham dalam jangka pendek, dan dalam konteks Indonesia dan pasar berkembang secara lebih luas.