Skripsi
Eksplorasi Dampak Pengeluaran Wisatawan Mancanegara terhadap Perekonomian Sumatera Utara: Pendekatan Interregional Input Output dan Structure Path Analysis (SPA)
Pengarang:
Dea April Liandari - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Benedictus Raksaka Mahi (Penguji) - ; Khoirunurrofik (Penguji) -
Deskripsi
Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Utara yang menempati posisi ketiga sebagai tujuan wisatawan mancanegara dengan kontribusi 7,42 persen dari total kunjungan nasional pada tahun 2024. Meskipun potensi pariwisata daerah ini besar, strategi pengembangannya masih bersifat sektoral dan terfragmentasi sehingga efek pengganda ekonomi belum tersebar merata antar sektor dan wilayah. Di sisi lain, studi terdahulu masih terbatas pada pengukuran kontribusi langsung tanpa menelaah keterkaitan sektoral maupun spasial secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur keterkaitan sektoral subsektor pendukung pariwisata, mengidentifikasi keterkaitan spasial antarwilayah, mengukur dampak pengeluaran wisatawan mancanegara terhadap output, pendapatan rumah tangga, dan penyerapan tenaga kerja, serta merumuskan rekomendasi kebijakan pembangunan pariwisata yang terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan Interregional Input-Output (IRIO) dengan klasifikasi 52 sektor yang dimutakhirkan dari Tabel IRIO Nasional 2016 ke tahun 2024 menggunakan metode RAS, kemudian diperdalam dengan Structure Path Analysis (SPA) melalui perangkat spaJS dari University of Sydney. Model IRIO tertutup diterapkan dengan menjadikan sektor rumah tangga sebagai variabel endogen guna menangkap dampak langsung, tidak langsung, dan terinduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor penyediaan makan dan minum merupakan satu-satunya subsektor pariwisata yang tergolong sektor unggulan (Kuadran I) dengan keterkaitan ke belakang dan ke depan yang sama-sama kuat. Pada keterkaitan ke belakang, angkutan laut memiliki nilai tertinggi sebesar 1,73046, sedangkan pada keterkaitan ke depan, penyediaan makan dan minum mendominasi dengan nilai 2,2366. Dari sisi angka pengganda, seluruh nilai pada model IRIO tertutup lebih tinggi dibandingkan model terbuka; angkutan laut memiliki pengganda output tertinggi (1,77752), angkutan rel memiliki pengganda pendapatan tertinggi (0,69441), dan jasa lainnya memiliki pengganda tenaga kerja tertinggi (0,03665). Simulasi pengeluaran wisatawan mancanegara pada model IRIO tertutup menghasilkan total dampak sebesar Rp8.638.081,25 juta terhadap output, Rp1.966.511,20 juta terhadap pendapatan rumah tangga, dan penyerapan 88.977 tenaga kerja; dengan sektor akomodasi sebagai penerima dampak output dan tenaga kerja terbesar, serta sektor perdagangan sebagai penerima dampak pendapatan terbesar. Hasil SPA mengungkap bahwa keterkaitan pariwisata tidak hanya bersifat intraregional, tetapi juga melintasi batas administratif ke wilayah Sumatera lainnya dan Pulau Jawa, mengindikasikan adanya kebocoran ekonomi yang perlu diatasi melalui penguatan rantai pasok lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata Sumatera Utara perlu diarahkan pada penguatan konektivitas sektoral dan spasial, bukan sekadar peningkatan jumlah kunjungan, agar efek pengganda ekonomi semakin besar, merata, dan berkelanjutan.