Skripsi
Apakah Volatilitas Nilai Tukar di Negara Berkembang Dipengaruhi Fundamental Ekonomi dan Peran Independensi Bank Sentral?
Pengarang:
Aribho Rahman - ; Sugiharso Safuan (Pembimbing/Promotor) - ; I Made Krisna Yudhana Wisnu Gupta (Penguji) - ; Beta Yulianita G. Laksono (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji apakah independensi bank sentral (CBI) memoderasi pengaruh fundamental ekonomi, yaitu inflasi, transaksi berjalan, keterbukaan perdagangan, dan keterbukaan keuangan, terhadap volatilitas nilai tukar di delapan negara berkembang penganut Inflation Targeting Framework (ITF) dengan rezim nilai tukar mengambang selama periode 1998 hingga 2023. Independensi bank sentral diukur menggunakan variabel dummy yang membedakan negara yang telah melakukan reformasi kelembagaan menjadi lebih independen dengan yang belum. Dengan pendekatan panel ARDL dan estimator Pooled Mean Group (PMG), penelitian ini mengestimasi empat model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa independensi bank sentral tidak meredam seluruh fundamental ekonomi terhadap volatilitas nilai tukar. Interaksi antara independensi bank sentral dengan inflasi dan transaksi berjalan terbukti signifikan negatif di seluruh spesifikasi model, yang mengindikasikan bahwa pengaruh kedua fundamental tersebut terhadap volatilitas nilai tukar lebih lemah pada negara yang bank sentralnya telah direformasi menjadi lebih independen dibandingkan negara yang belum. Sebaliknya, interaksi dengan keterbukaan keuangan justru signifikan positif, sementara interaksinya dengan keterbukaan perdagangan tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa independensi bank sentral, sebagai variabel yang berinteraksi dengan fundamental ekonomi tertentu, dapat berperan dalam meredam volatilitas nilai tukar.