Skripsi
Evaluasi Resiliensi Kedalaman Pasar Sukuk terhadap Global Monetary Tightening: Pendekatan Difference-In-Differences pada Arus Portofolio (2021-2023)
Pengarang:
Muhammad Zurifadil Solichin - ; Risna Triandhari (Pembimbing/Promotor) - ; Sugiharso Safuan (Penguji) - ; Lukman Hanif Arbi (Pembimbing/Promotor) - ; Putu Angga Widyastaman (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak siklus pengetatan moneter agresif oleh The Federal Reserve terhadap arus investasi portofolio asing, serta mengevaluasi secara empiris apakah kedalaman pasar sukuk mampu memberikan efek bantalan (buffer effect) dalam memitigasi volatilitas arus modal di tengah krisis likuiditas global. Menggunakan kerangka kerja Difference-in-Differences (DiD) dengan spesifikasi Two-Way Fixed Effects (TWFE) dan data panel kontinu, penelitian ini menganalisis sampel utama dengan 33 negara pada periode pengamatan yang mencakup era pengetatan makroekonomi global (2021–2023). Pengujian ketahanan model (robustness checks) dilakukan secara berlapis melalui metode Wild Cluster Bootstrap, Parsimonious Model, dan Leave-One-Out Analysis. Lebih lanjut, pengujian ketahanan model dilengkapi menggunakan spesifikasi data panel kontinu pada 30 negara dengan periode lebih panjang (2018-2024). Hasil estimasi menunjukkan arah koefisien yang menunjukkan tendensi negatif dan konsisten dengan teori capital flight, namun secara statistik tidak signifikan pada model dasar. Selanjutnya, pengujian terhadap variabel interaksi Syariah menolak hipotesis keberadaan buffer effect. Penerapan koreksi bias kluster kecil (Wild Cluster Bootstrap) dan spesifikasi panel kontinu membuktikan hilangnya signifikansi statistik secara total pada instrumen Syariah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam data agregat lintas negara, kedalaman pasar sukuk tidak membedakan respons arus portfolio secara statistik dalam merespons kepanikan likuiditas global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur pembagian risiko (risk-sharing) pada sistem keuangan Islam tidak menyediakan imunitas terhadap rambatan Global Financial Cycle. Stabilitas arus modal suatu negara murni ditentukan oleh karakteristik laten struktural bawaannya. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan urgensi penguatan intervensi makroprudensial secara menyeluruh, pendalaman basis investor institusional domestik, dan penyelarasan fasilitas likuiditas darurat yang setara tanpa mendikotomikan pasar Syariah dan konvensional.