Skripsi
Heterogenitas Regional dalam Hubungan Tidak Linier antara Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan Emisi CO₂ di Provinsi Indonesia
Pengarang:
Muh. Agung Hidayatullah Kadekoh - ; Djoni Hartono (Pembimbing/Promotor) - ; Khoirunurrofik (Penguji) - ; Oskar Vitriano (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji hubungan tidak linier antara pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan emisi CO₂ per kapita di 33 provinsi Indonesia pada periode 2010—2023, dengan mempertimbangkan heterogenitas antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Menggunakan kerangka STIRPAT dengan spesifikasi kuadratik dan Fixed Effects Instrumental Variable (FE-IV) sebagai estimator utama, hasil estimasi pada seluruh observasi menunjukkan hubungan U-shaped dengan titik balik di luar rentang data teramati, yang mengindikasikan seluruh provinsi Indonesia masih berada pada bagian menurun kurva di mana TIK berasosiasi dengan penurunan emisi. Analisis subsampel mengungkap heterogenitas antarkawasan: KBI memperlihatkan pola inverted U-shaped dengan titik balik yang dapat dikonfirmasi dari data (indeks TIK ≈ 40) dan mayoritas provinsinya telah melewati titik ini, sementara KTI menunjukkan pola penurunan yang konsisten dengan bukti hubungan tidak linier yang lebih lemah. Uji robustness menggunakan Hausman-Taylor dan Kinky Least Squares mengonfirmasi ketahanan temuan terhadap perbedaan strategi identifikasi maupun potensi omitted variable bias. Meskipun TIK berasosiasi dengan penurunan emisi dalam rentang yang teramati, emisi nasional tetap meningkat akibat melonjaknya konsumsi listrik dan semakin intensifnya bauran listrik berbasis batu bara dari 40,3% pada 2010 menjadi 75,8% pada 2023. Temuan ini mengimplikasikan bahwa percepatan digitalisasi perlu disertai transisi energi menuju sumber rendah karbon agar potensi mitigasi TIK dapat terwujud.