Skripsi
Analisis Peran Sekolah Berbasis Wakaf terhadap Pengeluaran Rumah Tangga untuk Pendidikan di Indonesia
Pengarang:
Azzahra Usnaini - ; Banu Muhammad Haidlir (Pembimbing/Promotor) - ; Lisa Listiana (Pembimbing/Promotor) - ; Yusuf Wibisono (Penguji) - ; Kenny Devita Indraswari (Penguji) -
Deskripsi
Sekolah berbasis wakaf merupakan salah satu alternatif pembiayaan pendidikan melalui pemanfaatan aset wakaf. Namun, secara empiris belum diketahui apakah keberadaannya berkaitan dengan penurunan atau peningkatan pengeluaran pendidikan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jumlah sekolah berbasis wakaf dan pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2021 dan data jumlah sekolah berbasis wakaf tingkat provinsi dengan sampel sebanyak 88.230 rumah tangga yang memiliki anggota usia sekolah (7–18 tahun). Analisis dilakukan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) dengan robust standard errors. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sekolah berbasis wakaf berhubungan positif dan signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan (β = 0,0000241; p < 0,001). Setiap penambahan satu sekolah berbasis wakaf berkaitan dengan peningkatan pengeluaran pendidikan sebesar 0,00241%, sehingga penambahan sekitar 1.000 sekolah diperkirakan meningkatkan pengeluaran pendidikan sebesar 2,41%. Temuan ini menolak hipotesis penelitian dan menunjukkan bahwa sekolah berbasis wakaf di Indonesia lebih berperan sebagai complementary financing yang mendorong investasi pendidikan daripada mengurangi beban biaya rumah tangga. Model regresi signifikan secara simultan (F = 966,22; p < 0,001) dengan nilai R² sebesar 0,0571, yang menunjukkan bahwa variabel-variabel dalam model secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan, meskipun sebagian besar variasi pengeluaran masih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memperkaya literatur ekonomi wakaf dengan menunjukkan bahwa manfaat sekolah berbasis wakaf lebih tercermin pada peningkatan investasi pendidikan rumah tangga.