Skripsi
Analisis Kinerja Saham Jangka Panjang Pasca-IPO: Pengaruh Oversubscription, Free Float, Konsentrasi Kepemilikan, dan Initial Return dengan Moderasi Reputasi Underwriter pada Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Tahur 2022-2025
Pengarang:
Adinda Alya Arianto - ; Dony Abdul Chalid (Pembimbing/Promotor) - ; Eka Pria Anas (Penguji) - ; Helman Arif (Penguji) -
Deskripsi
Fenomena oversubscription yang tinggi, rendahnya proporsi free float, serta tingginya konsentrasi kepemilikan pada pasar Initial Public Offering (IPO) di Indonesia menunjukkan adanya potensi ketidakseimbangan pasar yang dapat memengaruhi kinerja saham dalam jangka panjang. Tingginya partisipasi investor ritel pada pasar perdana sering kali mendorong lonjakan return awal dalam jangka pendek, namun kondisi tersebut belum tentu mencerminkan kualitas perusahaan secara fundamental. Isu ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap kualitas, likuiditas, dan tingkat kelayakan investasi pasar modal Indonesia, khususnya terkait evaluasi MSCI terhadap karakteristik free float saham di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat oversubscription, tingkat free float, konsentrasi kepemilikan, dan return awal terhadap kinerja saham jangka panjang pasca-IPO yang diukur menggunakan Buy-and-Hold Abnormal Return (BHAR) pada periode 12 bulan dan 24 bulan setelah IPO, serta menguji reputasi underwriter sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara tingkat oversubscription dan kinerja saham jangka panjang.
Sampel penelitian mencakup 140 perusahaan dari seluruh sektor yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga triwulan I 2025, dianalisis menggunakan regresi OLS cross-sectional dengan standard error robust HC3. Variabel kontrol meliputi return on equity, leverage, ukuran perusahaan, usia perusahaan, dan dummy sektor.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata BHAR12 sebesar -17,0% (pasca-winsorisasi), dengan lebih dari 74% observasi mencatatkan kinerja negatif relatif terhadap pasar. Tingkat free float dan return awal terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap BHAR12 maupun BHAR24, dengan besaran kedua pengaruh tersebut sama-sama menguat pada horizon 24 bulan. Tingkat oversubscription, konsentrasi kepemilikan, dan moderasi reputasi underwriter tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi investor, emiten, dan regulator dalam meningkatkan efisiensi pasar modal Indonesia, khususnya dalam konteks kebijakan free float dan pengawasan IPO.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat oversubscription, tingkat free float, konsentrasi kepemilikan, dan return awal terhadap kinerja saham jangka panjang pasca-IPO yang diukur menggunakan Buy-and-Hold Abnormal Return (BHAR) pada periode 12 bulan dan 24 bulan setelah IPO, serta menguji reputasi underwriter sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara tingkat oversubscription dan kinerja saham jangka panjang.
Sampel penelitian mencakup 140 perusahaan dari seluruh sektor yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga triwulan I 2025, dianalisis menggunakan regresi OLS cross-sectional dengan standard error robust HC3. Variabel kontrol meliputi return on equity, leverage, ukuran perusahaan, usia perusahaan, dan dummy sektor.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata BHAR12 sebesar -17,0% (pasca-winsorisasi), dengan lebih dari 74% observasi mencatatkan kinerja negatif relatif terhadap pasar. Tingkat free float dan return awal terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap BHAR12 maupun BHAR24, dengan besaran kedua pengaruh tersebut sama-sama menguat pada horizon 24 bulan. Tingkat oversubscription, konsentrasi kepemilikan, dan moderasi reputasi underwriter tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi investor, emiten, dan regulator dalam meningkatkan efisiensi pasar modal Indonesia, khususnya dalam konteks kebijakan free float dan pengawasan IPO.