Tesis
Analisis Struktur Modal, Kinerja Keuangan, dan Kompensasi Eksekutif: Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2020–2024
Pengarang:
Ahmad Hikam Wardhana - ; Eka Pria Anas (Pembimbing/Promotor) - ; Dony Abdul Chalid (Penguji) - ; Lukman Hanif Arbi (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini menguji peran mekanisme tata kelola, yaitu struktur modal dan kompensasi
eksekutif, terhadap kinerja keuangan dalam konteks sektor manufaktur Indonesia yang
mengalami deindustrialisasi dini dan penjatahan kredit oleh sistem perbankan. Penelitian
ini menganalisis panel data seimbang dari 72 perusahaan manufaktur di Bursa Efek
Indonesia periode 2020–2024. Metode estimasi yang digunakan adalah System
Generalized Method of Moments (System-GMM) untuk mengatasi masalah endogenitas
yang timbul dari persistensi kinerja dan sifat dinamis variabel penelitian. Hasil estimasi
menunjukkan dua temuan utama. Pertama, struktur modal periode sebelumnya
berpengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja keuangan periode
berjalan. Kedua, kompensasi eksekutif periode sebelumnya tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan. Temuan pengaruh negatif struktur modal diinterpretasikan
sebagai bukti agency cost of debt, khususnya masalah underinvestment.
Ketidaksignifikanan kompensasi menunjukkan kegagalan mekanisme insentif yang
efektif dan memberikan dukungan empiris untuk managerial power approach, di mana
remunerasi eksekutif terputus dari kinerja perusahaan
eksekutif, terhadap kinerja keuangan dalam konteks sektor manufaktur Indonesia yang
mengalami deindustrialisasi dini dan penjatahan kredit oleh sistem perbankan. Penelitian
ini menganalisis panel data seimbang dari 72 perusahaan manufaktur di Bursa Efek
Indonesia periode 2020–2024. Metode estimasi yang digunakan adalah System
Generalized Method of Moments (System-GMM) untuk mengatasi masalah endogenitas
yang timbul dari persistensi kinerja dan sifat dinamis variabel penelitian. Hasil estimasi
menunjukkan dua temuan utama. Pertama, struktur modal periode sebelumnya
berpengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap kinerja keuangan periode
berjalan. Kedua, kompensasi eksekutif periode sebelumnya tidak berpengaruh signifikan
terhadap kinerja keuangan. Temuan pengaruh negatif struktur modal diinterpretasikan
sebagai bukti agency cost of debt, khususnya masalah underinvestment.
Ketidaksignifikanan kompensasi menunjukkan kegagalan mekanisme insentif yang
efektif dan memberikan dukungan empiris untuk managerial power approach, di mana
remunerasi eksekutif terputus dari kinerja perusahaan