Tesis
Peran Job Satisfaction: Hubungan Emotional Intelligence Dan Perceived Organizational Support Terhadap Job Performance
Pengarang:
Eko Setiyono - ; Aryana Satrya (Pembimbing/Promotor) - ; Elok Savitri Pusparini (Penguji) - ; Muhammad Irfan Syaebani (Penguji) -
Deskripsi
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) merupakan institusi publik yang berperan penting dalam menjaga stabilitas fiskal nasional serta mengawasi peredaran barang lintas batas. Kinerja pegawai DJBC menjadi faktor kunci dalam mendukung efektivitas organisasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh emotional intelligence dan perceived organizational support terhadap job performance dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert 7 poin dan dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis LISREL 8.80. Dari total 442 responden, sebanyak 354 data valid dapat diolah setelah proses penyaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional intelligence berpengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction dan job performance. Sementara itu, perceived organizational support berpengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction, namun berpengaruh tidak signifikan terhadap job performance. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan dukungan organisasi belum mampu meningkatkan kinerja pegawai secara langsung tanpa didahului oleh peningkatan kepuasan kerja. Selanjutnya, job satisfaction terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap job performance serta terbukti berperan sebagai variabel mediasi. Mediasi job satisfaction bersifat parsial pada hubungan antara emotional intelligence dan job performance, sedangkan bersifat penuh pada hubungan antara perceived organizational support dan job performance. Dengan demikian, kecerdasan emosional pegawai memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kinerja, sementara dukungan organisasi memengaruhi kinerja hanya melalui kepuasan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menggabungkan perspektif emotional intelligence dan perceived organizational support dalam satu model integratif yang menjelaskan bagaimana kedua faktor tersebut memengaruhi job performance melalui job satisfaction pada pegawai sektor publik Indonesia.