Tesis
Pengaruh Burnout dan Perceived Organizational Support terhadap Job Performance dengan Job satisfaction sebagai Variabel Mediasi pada Dokter Gigi Gen-Z di Klinik Swasta
Pengarang:
Ni Wayan Nanda Prasanthi - ; Yasmine Nasution (Pembimbing/Promotor) - ; Imam Salehudin (Penguji) - ; Muhammad Irfan Syaebani (Penguji) -
Deskripsi
Perubahan dan tuntutan kerja di sektor pelayanan kesehatan, termasuk klinik gigi swasta, menuntut tenaga kesehatan untuk menjaga stabilitas kinerja dalam lingkungan yang dinamis. Dokter gigi muda Generasi Z menghadapi tantangan berupa beban kerja tinggi, tuntutan kompetensi, dan tingkat dukungan organisasi yang bervariasi, yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan performa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh burnout dan perceived organizational support (POS) terhadap job performance dokter gigi, serta peran job satisfaction dalam memediasi hubungan burnout dan POS terhadap job performance. Penelitian dilakukan secara kuantitatif menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM). Data dikumpulkan melalui survei daring berbasis skala Likert yang disebarkan kepada dokter gigi Gen Z di klinik swasta wilayah Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) burnout berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap job performance, (2) POS berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap job performance, (3) burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap job satisfaction, dan (4) POS berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction. Temuan penting lainnya mengonfirmasi bahwa (5) job satisfaction memediasi pengaruh negatif burnout terhadap job performance, serta memediasi pengaruh positif POS terhadap job performance, sehingga kedua jalur tersebut termasuk kategori indirect-only mediation. Dengan demikian, POS tidak meningkatkan kinerja dokter gigi secara langsung, tetapi memberikan dampak positif melalui peningkatan kepuasan kerja. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan desain cross-sectional dan metode survei mandiri yang belum mampu menangkap dinamika perubahan psikologis dokter gigi dari waktu ke waktu. Temuan penelitian menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor sentral yang perlu diperkuat oleh manajemen klinik gigi swasta untuk mendukung kinerja dokter gigi muda dan memastikan keberlanjutan kualitas pelayanan kesehatan gigi.