Tesis
What Shapes Green Bond Yields Around the World? Cross-Country Insights with an Indonesia Lens
Pengarang:
Rine Dewi Mustikasari - ; Maria Ulpah (Pembimbing/Promotor) - ; Arief Wibisono Lubis (Penguji) - ; Stuart Dixon (Pembimbing/Promotor) - ; Van Vuong (Penguji) -
Deskripsi
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi imbal hasil obligasi hijau secara global dengan menggunakan kerangka analisis dua tahap yang mengombinasikan Extreme Gradient Boosting (XGBoost) dan Shapley Additive Explanations (SHAP). Berdasarkan data multi-penerbit pada periode 2014–2023, analisis ini mencakup kinerja ESG, ukuran penerbitan, tenor, inflasi, dan domisili penerbit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenor yang lebih panjang dan inflasi yang lebih tinggi meningkatkan imbal hasil, sementara kinerja ESG yang lebih kuat serta ukuran penerbitan yang lebih besar menurunkannya, dengan pilar sosial menunjukkan pengaruh paling dominan. Analisis SHAP menegaskan peran utama faktor makroekonomi dan keberlanjutan serta mengindikasikan bahwa pasar obligasi hijau di Indonesia belum menunjukkan keberadaan greenium yang stabil.