Tesis
Sinergi POS, Grit, Servant Leadership dan Peran Mediasi Work Engagement dalam Mendorong Kreativitas Pegawai Kementerian Perhubungan
Pengarang:
Naomi Valentina Simanjuntak - ; Aryana Satrya (Pembimbing/Promotor) - ; Elok Savitri Pusparini (Penguji) - ; Muhammad Irfan Syaebani (Penguji) -
Deskripsi
Kreativitas pegawai merupakan faktor yang krusial untuk mendorong inovasi dan keunggulan kompetitif, khususnya di organisasi pelayanan publik. Namun, hasil evaluasinilai BerAKHLAK di Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa dimensi Adapatif, yang mencakup aspek kreativitas, masih menjadi nilai dengan capaian terendah, yang mengindikasikan bahwa perilaku kreatif pegawai belum optimal. Studi ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh simultan dari tiga faktor yaitu perceived organizational support, grit, dan servant leadership terhadap kreativitas pegawai, dengan work engagement sebagai variabel mediator.
Studi kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara online dari 647 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang memiliki masa kerja minimal satu tahun. Data dianalisis menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) melalui perangkat lunak AMOS 29.
Hasil analisis menunjukkan bahwa 9 dari 10 hipotesis yang diajukan diterima. Grit dan servant leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung dan tidak langsung terhadap employee creativity. Pengaruh langsung perceived organizational support terhadap employee creativity ditemukan tidak signifikan. Namun, POS dapat meningkatkan kreativitas secara tidak langsung melalui mediasi penuh dari work engagement.
Temuan ini menyimpulkan bahawa dalam meningkatkan kreativitas pegawai di sektor publik secara khusus Kementerian Perhubungan, investasi pada faktor psikologis (grit) dan praktik kepemimpinan yang suportif (servant) adalah strategi yang efektif. Secara praktis, organisasi juga perlu fokus dalam memperkuat keterlibatan kerja pegawai dalam mewujudkan potensi kreatif yang didorong oleh dukungan organisasi.
Studi kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner secara online dari 647 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Perhubungan yang memiliki masa kerja minimal satu tahun. Data dianalisis menggunakan Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) melalui perangkat lunak AMOS 29.
Hasil analisis menunjukkan bahwa 9 dari 10 hipotesis yang diajukan diterima. Grit dan servant leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung dan tidak langsung terhadap employee creativity. Pengaruh langsung perceived organizational support terhadap employee creativity ditemukan tidak signifikan. Namun, POS dapat meningkatkan kreativitas secara tidak langsung melalui mediasi penuh dari work engagement.
Temuan ini menyimpulkan bahawa dalam meningkatkan kreativitas pegawai di sektor publik secara khusus Kementerian Perhubungan, investasi pada faktor psikologis (grit) dan praktik kepemimpinan yang suportif (servant) adalah strategi yang efektif. Secara praktis, organisasi juga perlu fokus dalam memperkuat keterlibatan kerja pegawai dalam mewujudkan potensi kreatif yang didorong oleh dukungan organisasi.