Skripsi
Pengaruh Free Shipping, Cashback, dan Self-Control terhadap Impulse Buying melalui Illusion of Liquidity dengan Moderasi Religiosity pada Generasi Z Muslim
Pengarang:
Nabeel Alvito Pasaury - ; Imam Salehudin (Pembimbing/Promotor) - ; Nissa Ghulma Ratnasari (Penguji) - ; Imbuh Sulistyarini (Penguji) -
Deskripsi
Meningkatnya penggunaan e-wallet dan intensitas promosi pada platform e-commerce berpotensi mendorong perilaku impulse buying di kalangan Generasi Z Muslim di Indonesia. Kemudahan transaksi digital, promosi cashback, dan fasilitas free shipping dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap pengeluaran serta ketersediaan dana, khususnya melalui illusion of liquidity. Dalam perspektif ekonomi Islam, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena perilaku konsumsi yang tidak terkendali berpotensi bertentangan dengan prinsip maslahah, terutama apabila konsumsi tidak lagi didasarkan pada kebutuhan dan pertimbangan finansial yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh free shipping, cashback, dan self-control terhadap impulse buying melalui illusion of liquidity, serta menguji peran moderasi religiosity pada Generasi Z Muslim pengguna e-wallet di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 305 responden Generasi Z Muslim pengguna aktif e-wallet di Indonesia dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cashback berpengaruh positif dan signifikan terhadap illusion of liquidity dan impulse buying, sedangkan free shipping tidak berpengaruh signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Self-control berpengaruh negatif dan signifikan terhadap illusion of liquidity serta impulse buying, sementara illusion of liquidity berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Selain itu, religiosity berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa illusion of liquidity memediasi pengaruh cashback dan self-control terhadap impulse buying, tetapi tidak memediasi pengaruh free shipping. Pada pengujian moderasi, religiosity memperlemah pengaruh free shipping terhadap impulse buying, memperkuat pengaruh cashback terhadap impulse buying, dan tidak memoderasi hubungan antara illusion of liquidity dan impulse buying. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital dan bisnis Islam dengan menegaskan pentingnya kesadaran finansial, pengendalian diri, serta konsumsi yang berorientasi pada maslahah dalam menghadapi stimulus promosi digital.